Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 10 Oktober 2020 10:15

Frans Aisnak dan kuasa hukumnya.
Frans Aisnak dan kuasa hukumnya.

Sidang Pembunuhan Brimob: Kehadiran Frans Aisnak di Camp PT. WGU atas Ijin dari Bos Perusahaan

Sidang pembunuhan anggota Brimob Papua, mengungkap, Frans Aisnak datang ke TKP diundang bos PT WGU.

MANOKWARI, BUKAMATA - Ternyata kehadiran Frans Aisnak di camp perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Wana Galang Utama (WGU), atas undangan dan ijin dari bos perusahaan tersebut, yang memiliki blok tebangan kayu di hutan adat milik Aisnak dan keluarganya.

Hal itu terungkap dalam lanjutan sidang Perkara Pontius Wakom selaku Terdakwa dugaan pembunuhan anggota Brimob di camp PT.WGU, kemarin sore (9/10/2020) di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Manokwari.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Sonny Alfian Blegoer Laoemoery yang juga Ketua PN Manokwari Kelas I B, Frans Aisnak mengisahkan, sekitar awal April 2020 dia diberitahu oleh Pak Herry, pimpinan PT. WGU di base camp, agar dia datang ke camp, karena haknya atas kayu hendak dibayar oleh perusahaan tersebut.

"Pak Herry beritahu saya dan istri di Kampung Sadari, Distrik Weriagar agar datang ke Base camp PT.Wana Galang Utama, karena hak ulayat saya mau dibayar oleh perusahaan itu," jelas Frans Aisnak memulai keterangannya di depan sidang kemarin.

Frans juga menjelaskan, dirinya mengenal Terdakwa Pontius Wakom saat berpapasan di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat setahun lalu. Sebaliknya Terdakwa Pontius Wakom justru mengatakan, dia sama sekali belum mengenal Saksi Mahkota Frans Aisnak. Dia baru mengenal Frans Aisnak, saat dirinya dimasukkan di sel tahanan Polda Papua Barat, setelah dirinya ditangkap di Kabupaten Maybrat, 20 April 2020.

Kemudian dia dibawa oleh anggota polisi ke Polres Sorong Selatan dan selanjutnya dibawa ke Polda Papua Barat. "Saya tidak mengenal Terdakwa Frans Aisnak sebelum saya ditangkap", terang Terdakwa Pontius Wakom kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Piter Louw.

Sebaliknya saksi Frans Aisnak menambahkan, dirinya tidak pernah melihat Terdakwa Pontius Wakom berada di camp PT.WGU baik pada tanggal 14 dan 15 April maupun sebelum kejadian pembunuhan anggota Brimob tersebut.

"Saya tidak pernah melihat Terdakwa Pontius Wakom ini di camp PT.WGU selama saya berada disana," terang Aisnak di depan persidangan. JPU Piter Louw merasa sudah cukup keterangan saksi-saksi yang diajukannya.

Padahal masih ada saksi dalam Berkas Perkara atas nama Paiman yang juga adalah karyawan PT.WGU. Saksi Paiman dan Saksi Ir. Freddy Serang itulah yang pertama mengetahui bahwa ada suara nafas orang seperti sedang "mengigau".

Saksi Paiman memang hanya di luar kamar korban, sedangkan saksi Serang yang "memberanikan" diri masuk ke kamar korban pertama kali dan menemukan korban mengalami luka serius di kepala, leher dan badannya berlumuran darah. Herannya, ketika korban "dibantai" kedua saksi (Paiman dan juga Ir.Freddy Serang) sama sekali tidak mendengar apapun. Termasuk getaran papan lantai kamar mereka tak terasa.

Sedangkan Frans Aisnak ketika memberi keterangan sebagai terdakwa, dia menjelaskan bahwa malam itu (14/4/2020), dia bersama operator chensaw Haris Haurisa dan Apung, tukang pada PT.WGU. Mereka bertiga yang menonton televisi di ruang televisi sampai jam 23:00 WIT. Lalu setelah itu mereka bubar dan kembali ke kamar masing-masing untuk tidur.

Terdakwa Frans Aisnak juga tidak pernah memiliki masalah dengan korban dan Aisnak belum pernah bercakap dekat dengan korban yang menurutnya dan beberapa saksi sebelumnya menerangkan, bahwa korban anggota Brimob tersebut baru 4 hari bertugas di camp PT.WGU tersebut.

Frans Aisnak juga menerangkan, memang hak ulayatnya belum dibayar oleh PT.WGU untuk masa kerja sekarang, tetapi Aisnak tidak pernah ribut atau memalang perusahaan tersebut. Hak ini dibenarkan oleh saksi Gerson Lesilolo dan Saksi Alfian Luihala dalam keterangan mereka pada sidang sebelumnya.

Sidang Perkara Pidana Dugaan Pembunuhan Anggota Brimob di Camp PT.WGU ini kemudian ditunda hingga Kamis, 15/10/2020 mendatang dengan agenda mendengar keterangan saksi yang meringankan dari Terdakwa Frans Aisnak dan Saksi Pontius Wakom dan Tim Penasihat Hukumnya.

Dalam sidang kemarin (Jumat, 9/10/2020), kedua terdakwa didampingi Penasihat Hukum Advokat Yan Christian Warinussy dan Advokat Thresje Juliantty Gasperzs dari LP3BH Manokwari.

Penulis: Bakhtiar

#pembunuhan Brimob #Papua

Berita Populer