Redaksi : Rabu, 30 September 2020 12:19
Bupati Takalar, H Syamsari (kanan), saat rapat bersama jajarannya.

TAKALAR, BUKAMATA - Rabu, 30 September 2020 hari ini, Bupati Takalar, H Syamsari menggelar rapat dengan para jajarannya. Merumuskan beberapa langkah strategis. Itu untuk percepatan Open Defecation Free (ODF) tingkat Kabupaten Takalar. Seluruh sesa se-Kabupaten Takalar, diupayakan mencapai ODF 100 persen untuk tahun ini.

Sekadar diketahui, untuk tahun 2017, ada 29 desa mencapai ODF. Pada 2018 ada 41 desa ODF. Lalu tahun 2019, ada 53 desa ODF. Kemudian di tahun 2020, ada 61 desa ODF. Sehingga, dari total 74 desa se-Kabupaten Takalar, masih ada 13 desa yang belum mencapai ODF.

Persentase ODF provinsi 77 dan Takalar 61 persen. Tercatat penyumbang belum ODF terbesar berada di Kecamatan Mangarabombang. Sementara Tanakeke perubahan tidak signifikan. Untuk itu, Bupati Takalar H. Syamsari menyampaikan langkah-langkah khusus, untuk mencapai ODF 100% bagi seluruh Desa di Kabupaten Takalar tahun ini.

"Kita tidak hanya ingin pendekatan aturan dari desa dan adanya intervensi dalam bentuk pelanggaran. Kita ingin membangun pendekatan sosial budaya, pendekatan secara personal," kata H. Syamsari.

ODF ini lanjut Syamsari, hanya satu atribut dari suatu hal yang fondemental. Yaitu, membangun budaya hidup sehat dan bersih. Harapan Pemerintah dalam generasi milenial saat ini imbuh Syamsari, ada pada pendidikan, kesehatan dan penyuluhan. Kita harus ajarkan masyarakat kita untuk hidup bersih dan sehat.

"Kita ingin beberapa bulan ke depan sudah ada progres dan sudah ada jawaban yang berbeda bagi para camat dari jawaban hari ini. Kita harus ada komitmen bersama untuk ODF, sehingga kita bisa memberikan suatu perencanaan program strategis apa lagi yang bisa kita sinergikan dengan Dana Desa selain pengadaan sapi," jelasnya lagi.

Bupati inovatif tersebut, juga ingin percepatan selain di bidang kesehatan juga di bidang pendidikan. Bidang pendidikan melakukan percepatan gerakan kembali ke sekolah dengan pelibatan desa, di mana pemerintah ingin agar seluruh warga Takalar yang tidak tamat di jenjang pendidikan baik di tingkat SD, SMP dan SMA semua terdaftar.

"Kita harus membangun ekosistem yang bagus. Untuk itu diharapkan perhatian dari Dinas dan Camat serta desa/Lurah untuk bisa saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan kita membangun Daerah Takalar kita lebih baik lagi," pungkasnya.