Redaksi : Minggu, 27 September 2020 20:48
Polisi mengamankan pelaku tawuran di Kandea. (Sumber: Brimob Pooda Sulsel)

MAKASSAR, BUKAMATA - Sabtu, 26 September 2020. Malam itu, Akbar Ali Gante (42), baru saja hendak tidur di rumahnya di Jalan Kandea, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Tiba-tiba dia mendengar rumahnya hendak dibakar. Ada orang melempari bom molotov.

Akbar pun keluar hendak memadamkan api. Namun tiba-tiba, sebuah anak panah menancap di dadanya. Diduga dari kelompok penyerang. Akbar pun tewas.

Kala itu memang terjadi tawuran antara warga Bunga Eja Beru Kecamatan Tallo dengan warga Baraya Kecamatan Bontoala.

Pihak kepolisian gabungan dari Polrestabes Makassar, Polsek Bontoala, Polsek Tallo, serta Brimob Polda Sulsel, membubarkan tawuran dengan tembakan gas air mata. Namun, para pelaku tawuran tetap bertahan di lokasi. Terus menyerang anggota polisi yang berusaha membubarkan.

Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Darminto bilang, Brimob mengirim 2 SST (Satuan Setingkat Peleton) Pasukan Huru Hara (PHH) Brimob Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel.

Pasukan dipimpin Danki 4 Pelopor Iptu Baharuddin, mendatangi lokasi perang kelompok tersebut.

Setelah keadaan sudah dikuasai polisi, mereka melakukan penyisiran. Ada 15 orang ditangkap. Diduga pelaku tawuran. Ada juga sejumlah barang bukti senjata tajam berupa, anak panah dan pedang serta bom molotov.

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Yudhiawan Wibisono bilang, ada satu rumah warga nyaris dibakar. Tapi berhasil dipadamkan.

"Untuk para pelaku telah diamankan di Mapolrestabes Makassar," ujar Kombes Yudhiawan.

Saat ini, petugas dari Polsek Bontoala dan Polsek Tallo, masih berjaga-jaga di lokasi, untuk mengantisipasi terjadinya tawuran susulan. Tawuran tersebut diduga dipicu dendam lama.

TAG