Redaksi
Redaksi

Sabtu, 12 September 2020 10:31

Ilustrasi
Ilustrasi

Kasihan, Nenek Ini Dianiaya OTK Saat Hendak Salat Subuh di Masjid

Seorang nenek dianiaya saat hendak ke masjid salat subuh.

KLATEN, BUKAMATA - Minggu, 6 September 2020. Azan subuh sudah menggema di salah satu masjid di Dukuh Sunggingan RT 1 RW 5, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.

Nenek SN (62), saat itu bergegas menuju ke Masjid Qowiyyu yang dekat dari rumahnya. Dia berjalan kaki. Di tengah jalan, suami korban Daryadi (65) datang naik sepeda motor.

Dia menawari membonceng istrinya. "Duluan saja, saya jalan kaki saja," ujar SN kepada sang suami.

Namun, sampai selesai salat, Daryadi tidak melihat istrinya. Dia bergegas pulang, mencari istrinya. Di tengah jalan, dia melihat istrinya tergeletak.

"Mas, aku ditabrak uwong, dikamplengi, diseret-seret (mas, saya ditabrak orang, dipukulin dan ditarik-tarik)”, ungkap nenek SN terbata-bata.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, untuk menjalani perawatan. Korban sempat koma. Namun sekarang, kondisi korban sudah mulai membaik.

Kanit Reskrim Polsek Klaten Utara, M Eko mengatakan, korban mengalami penyerangan oleh sosok misterius. Korban sempat ditabrak, dipukuli dan diseret-serat sehingga terjungkal.

Korban mengalami luka serius pada wajahnya, akibat mendapat bogem mentah berkali-kali oleh sosok misterius yang masih diburu pelakunya.

Kapolsek Klaten Utara, AKP Sugeng Handoko mengaku sedang mencari pelaku penganiayaan korban yang sudah berusia lanjut. "Saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan," kata Sugeng.

Kapolsek telah mengamankan barang bukti, di antaranya sarung merah bata, sepasang sandal, 1 potong celana panjang warna cokelat, sebuah sajadah cokelat, tasbih dan masker.

Setelah mendengar keterangan korban, Daryadi membawa korban pulang ke rumahnya yang sudah dalam kondisi mengenaskan karena luka lebam-lebam di wajahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penganiayaan #Nenek dianiaya