Ulfa : Minggu, 30 Agustus 2020 10:19
Mahfud MD. IST

BUKAMATA - Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan Indonesia akan dilanda resesi ekonomi bulan depan. Namun, resesi itu disebut tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Menurut Mahfud, imbauan Pemerintah untuk hidup normal kembali dengan menyadari COVID-19 kurang efektif karena saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker, berkerumun seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal virus Corona ini sangat nyata sebagai musuh atau dapat membahayakan kehidupan sehari-hari.

"Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," katan Mahfud.

Namun, dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Mengingat resesi bukanlah krisis ekonomi.

"Resesi itu teknis, sebenarnya, tidak berbahaya, aman. Karena resesi itu artinya pertumbuhan ekonomi itu minus atau di bawah 1 selama 2 kuartal berturut-turut," ucapnya dilansir detikcom.

Terlebih, Indonesia memiliki ekonomi kerakyatan yang mampu menanggulangi resesi.

"Tetapi resesi itu bukan krisis, beda resesi dengan krisis. Karena kita di Indonesia itu punya bahan-bahan lokal, ekonomi rakyat kalau itu bisa digunakan, dinormalkan lagi kehidupan ekonomi rakyat maka resesi yang pasti terjadi itu tidak akan menimbulkan krisis," imbuh Mahfud.