Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Gubernur Sumsel, H Herman Deru, meminta kepada perusahaan penyelenggara telekomunikasi, agar memperhatikan wilayah yang blank spot.
PALEMBANG, BUKAMATA - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, mengajak penyelenggara telekomunikasi untuk bersinergi dalam mengatasi daerah-daerah di Sumsel yang belum tersentuh sinyal komunikasi (blank spot).
Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan hal itu saat memimpin rapat pembahasan mengatasi permasalahan blank spot di Provinsi Sumsel dengan perusahaan penyelenggara telekomunikasi yang ada di Sumsel, di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (25/8/2020).
"Saya merasa lega karena dapat bertemu dengan para penyedia jasa internet. Pertemuan ini saya inisiasi usai kunjungan kerja di beberapa desa yang ada pada lima kabupaten/kota minggu lalu. Di masa sekarang, kebutuhan internet tentu berbeda dibandingkan dengan 5-10 tahun lalu terutama dalam masa pandemi ini, baik bagi masyarakat perkotaan maupun perdesaan," ujar dia.
Oleh karena itu, Herman Deru ingin mengajak perusahaan penyelenggara telekomunikasi yang ada di Sumsel bersinergi untuk mengatasi masalah tersebut.
Ia mengatakan, rapat ini dapat menjadi sarana untuk diskusi mengenai berbagai kendala teknis yang ada di lapangan, kemudian dicarikan solusi terbaik.
"Saya mengajak semua di sini punya tanggung jawab moril. Perlu diketahui bahwa Pemprov Sumsel akan mendukung agar tidak ada blank spot. Dukungan yang diberikan sesuai antara lain dapat berupa regulasi atau penyediaan infrastruktur. Pemprov Sumsel akan mendukung hal ini. Saya minta ada target minimal penambahan jaringan," ujar dia.
Gubernur juga mempersilakan agar pihak penyelenggara telekomunikasi berinovasi untuk mewujudkan hal tersebut, misalkan dengan mengoptimalkan pengelolaan CSR.
Apabila ditemukan kendala, HD meminta agar dikomunikasikan dengan Pemprov Sumsel untuk diberikan solusi terbaik.
"Saya minta kepada semua pihak, saya ingin ada kemerataan sinyal di seluruh wilayah Sumsel. Lanjutkan rapat teknis, terobosan apa yang harus kita buat sehingga Sumsel bebas blank spot," tutur dia.
Sementara itu, Kadis Kominfo, Achmad Rizwan mengatakan, Pemprov Sumsel telah memiliki program internet, yaitu Program Internet Sumsel Maju yang diinisiasi oleh gubernur dan diberikan secara gratis kepada desa, dan kelurahan di Sumsel.
Selain itu, untuk mengatasi masalah blank spot dan internet di Sumsel, Gubernur Sumsel pada 2020 juga telah menyampaikan surat kepada Kementerian Kominfo mengenai cakupan blank spot di 16 kabupaten/kota, dan permohonan pembangunan tower blank spot di desa-desa di Sumsel yang pembangunannya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.
Ketua DPD Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sumsel, Sony Oktapriandi mengatakan, pihaknya akan mendukung Pemprov Sumsel dalam upaya penyediaan internet secara merata.
Ia mengatakan, penyedia jasa layanan internet di Sumsel terdiri dari 28 perusahaan, yaitu 13 perusahaan lokal dan 15 perusahaan interkoneksi yang membuka cabang di Sumsel.
"APJII Sumsel mencakup Bangka, Jambi, Kep. Riau dan Sumsel. APJII ada 13 perwakilan di Indonesia yang bertanggung jawab menggiatkan internet di wilayah masing-masing," kata dia.
Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Edwar Juliartha, Kepala BPKAD Prov Sumsel, Akhmad Mukhlis, Karo Umum dan Perlengkapan, M. Zaki Aslam, dan Kadis PMD H. Wilson. (Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel).
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50