BUKAMATA - Mantan Pengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi), Brigjen Mohamad Hasan mendapat promosi menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Hasan yang kini masih menjabat sebagai Wakil Danjen Kopassus itu merupakan lulusan Akmil 1993. Ia merupakan prajurit infanteri yang mengawali karirnya dari Kopassus.
Begitu lulus dari pendidikan, Hasan bertugas sebagai Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus di Serang.
Setelah beberapa lama, ia pun kemudian 'keluar' markas dan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011).
Brigjen Hasan lalu mendapat kepercayaan memegang teritori sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur hingga 2013. Tak lama, ia kembali pulang ke Korps Baret Merah itu. Ia dipercaya menjadi Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus.
Di tahun yang sama, Brigjen Hasan diangkat Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011). Lalu pada 2014, ia kembali bertugas di luar Kopassus menjadi Asrena Paspampres.
Pada tahun 2016, Brigjen Hasan mendapat promosi menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Ia menjadi pengawal terdekat Presiden Joko Widodo sebab Grup A Paspampres melekat melalukan pengawalan kepada presiden.
Brigjen Moh Hasan (paling kanan) saat bertugas mengawal Presiden JokowiBrigjen Moh Hasan (paling kanan) saat bertugas mengawal Presiden Jokowi (Dok Kopassus).
Usai menjadi pimpinan Grup A Paspampres pengawal Jokowi, Hasan dipromosikan menjadi Komandan Korem 061/Surya Kencana. Ia lalu 'pulang kandang' pada 2019 dengan menjabat sebagai Wadanjen Kopassus.
Baru setahun menjadi Wadanjen, Hasan kembali dipromosikan sebagai Danjen Kopassus. Ia pun menjadi orang nomor 1 special force TNI AD itu.
Pengangkatan ini merupakan promosi bagi Hasan yang usai dilantik nanti, akan menambah bintangnya menjadi Mayjen. Sejumlah operasi pernah diikuti oleh Brigjen Hasan, seperti operasi Timor Timur, Opeasi Irian Jaya, dan Operasi Nemangkawi.
Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengungkap alasan mengapa Danjen Kopassus diganti. Brigjen Hasan menggantikan Mayjen Nyoman yang kini diangkat menjadi Pangdam XVIII/Kasuari di Papua Barat.
"Ini alasannya, pertama adalah kepentingan organisasi, yang kedua adalah kepentingan pembinaan karier yang bersangkutan," ungkap Sisriadi dilansir detikcom.
BERITA TERKAIT
-
Ini Target Jokowi untuk PSI di Pemilu 2029
-
Hadir di Rakernas PSI, Jokowi Sebut Hanya Sebagai Motivator
-
Sekjen PSI Sebut Ada Pihak Sebar Hoaks untuk Adu Domba Prabowo, Gibran, dan Jokowi
-
Grace Natalie Pernah Nangis-nangis Rayu Jokowi Kembali ke PSI
-
Projo Sebut Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Cuma Isu Murahan