KIRIBATI, BUKAMATA - Duta besar China untuk Kiribati, Tan Songgeng, melangkah. Kakinya berjalan dari punggung ke punggung warga yang berbaris dari tangga pesawat. Rupanya, itu penyambutan khusus untuk sang dubes.
Fotonya viral. Kecaman pun berdatangan dari negara-negara musuh bebuyutan negeri Tirai Bambu itu. Antara lain, Australia dan Amerika Serikat. Mereka mencemooh tindakan sang duta besar.
Dilansir dari ABC, anggota parlemen dari Partai Liberal di Australia Dave Sharma yang pernah menjadi Dubes Australia untuk Israel dan juga pernah bertugas di Papua Nugini mengaku terkejut dengan foto tersebut.
“Saya akan terkejut bila ada pejabat Australia ambil bagian dalam upacara seperti itu,” katanya kepada ABC.
Constantine Panayiotou, atase pertahanan Amerika Serikat untuk lima negara di Pasifik, termasuk Kiribati menyampaikan kekesalannya di Twitter.
Terungkap fakta bahwa foto itu merupakan budaya masyarakat setempat yang berdiam di negara Oseania itu.
Rimon, yang pernah bekerja untuk mantan presiden Kiribati, Anote Tong, mengatakan dia tidak pernah menyaksikan Dubes Taiwan disambut dengan cara seperti itu sebelumnya.
“Sudah ada beberapa Dubes Taiwan yang pernah mengunjungi pulau tersebut dan saya tidak tahu mereka pernah disambut dengan cara seperti itu,” katanya.
Sebagai wartawan, Rimon mengatakan foto tersebut banyak dibicarakan di Kiribati dari sisi politik.
“Bagi pihak luar di kawasan, mereka melihat ini dalam konteks keadaan politik China di kawasan dan persaingan dengan Barat, dan ada Dubes China yang menginjak punggung warga. Itulah dilihat sebagai sebuah pernyataan,” katanya.
Namun Rae mengatakan pandangan warga di Pulau Marakei yang akhirnya paling menentukan.
“Dunia global memiliki pandangan yang ada hubungannya dengan politik, berkenaan dengan soal Taiwan dan China, namun kalau ada berpandangan netral dan melihat dari sisi budaya anda akan mengerti apa yang terjadi,” katanya.
“Saya merasa itu dilakukan atas dasar kasih dan hormat sehingga mereka mengatakan ‘anda kami terima kedatangannya di pulau ini,” sambungnya.
Seperti dilansir dari ABC Australia, Rabu (19/8/2020) Kiribati diketahui menghentikan hubungan dengan Taiwan bulan September, sehingga Taiwan hanya akan memiliki hubungan dengan 15 negara.
BERITA TERKAIT
-
Dari 3 Benua: 34 Tim Nasional Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
-
China soal Parade Militer: Prabowo Putuskan Datang, Sudah di Beijing
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Dagang, China: BRICS Bukan Kubu AS
-
Atasi Resesi Seks, China akan Subsidi Rp 8,1 Juta Tiap Anak