MALILI, BUKAMATA - Terungkap alasan seorang ibu muda asal Luwu Timur, Cahaya Anggun (26), merekayasa perampokan dan penganiayaan oleh sopir angkot. Rupanya dia inginkan belas kasihan suaminya yang sedang dalam proses menggugat cerai Cahaya.
Itu diungkap Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko. "Motifnya bikin laporan palsu, karena dia ada masalah dengan suaminya. Cari perhatian supaya dikasihani oleh suaminya dan tidak jadi dicerai," ungkap Indratmoko, Senin (10/8/2020).
Cahaya Anggun datang ke Polres Luwu Timur bersama bayinya pada Minggu, 9 Agustus 2020. Dia mengaku dirampok dan dianiaya sopir angkot. Polisi lalu turun ke TKP. Ternyata keterangan Cahaya tidak singkron di TKP. Lalu lintas pada saat itu ramai. Namun, tak ada seorang pun yang mengaku melihat kejadian itu.
"Hasil olah TKP nggak sinkron dengan keterangan korban, TKP ramai pada jam kejadian, saksi-saksi ditanya nggak ada yang lihat ada kejadian," beber Indratmoko.
Selain tak ada saksi yang menguatkan, korban alias pelapor juga tak konsisten saat memberikan keterangan kepada penyidik.
"Keterangan korban juga berubah-berubah, DD mobil diduga pelaku juga tidak terdata di Samsat," katanya.
Setelah didalami, Cahaya akhirnya mengaku pihaknya merekayasa. Alasannya, ingin dikasihani suami agar tak dicerai.
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Viral Video Dugaan Penganiayaan Ibu dan Anak Balita oleh Mantan Suami di Takalar
-
Tak Terima Ditegur Saat Ugal-ugalan Berkendara, Dua Pemuda di Bone Aniaya ASN
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Siswi SD Dianiaya Oknum Guru TK di Bone, Orangtua Lapor Polisi