Redaksi
Redaksi

Minggu, 09 Agustus 2020 07:41

Kantor Kemenlu Lebanon saat diduduki pengunjuk rasa.
Kantor Kemenlu Lebanon saat diduduki pengunjuk rasa.

Satu Polisi Tewas, Kantor Kemenlu Lebanon Sempat Diduduki Massa Pendemo

Pasca ledakan dahsyat di Lebanon, pengunjuk rasa semakin menjadi-jadi. Mereka menduduki kantor Kemenlu.

BEIRUT, BUKAMATA - Aksi demonstrasi pasca ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon semakin menggila. Seorang polisi dikabarkan tewas. Ratusan pengunjuk rasa juga luka-luka.

Demonstran sempat menduduki kantor Kementerian Luar Negeri Lebanon. Mereka masuk dan sempat mengobrak-abrik kantor tersebut.

Pengambilalihan Kantor Kemenlu Lebanon itu dipimpin pensiunan perwira militer. Samer Rammah namanya. "Awalnya, kami ada sekitar 100," kata salah satu pensiunan perwira militer yang memimpin pengambilalihan, Tony Kayrouz, seperti dilansir AFP, Minggu (9/8/2020).

"Ada beberapa polisi yang menjaga gerbang, mereka membukanya, dan kami masuk, tidak ada bentrokan," kata Kayrouz kepada AFP.

Pimpinan demo, Samer Rammah mengataman, aksi demonstrasi merupakan kekecewaan terhadap Presiden Michel Aoun.

"Presiden Michel Aoun tidak menghormati sumpahnya," kata Samer Rammah.

"Aku punya harapan di Aoun. (Tapi sekarang), republik ini dijalankan seperti ladang," ujarnya.

Rammah dan pensiunan perwira militer telah menjadi andalan gerakan protes yang dimulai pada Oktober, untuk menuntut penghapusan kelas politik yang dianggap tidak kompeten dan korup.

Demonstran di kementerian membentangkan spanduk yang menutupi seluruh fasad bangunan. "Beirut, ibu kota revolusi," bunyinya.

"Selamat, kami telah merebut kembali kementerian," seorang pengunjuk rasa bersukacita.

Di bawah ukiran dinding yang elegan, para pengunjuk rasa menarik potret Aoun dari dinding dan menghempaskannya ke tanah. Massa lalu berulang kali menginjak potret Aoun.

Pengunjung menikmati pengambilalihan tersebut, berpose di belakang mimbar yang biasanya digunakan untuk konferensi pers diplomatik. Lainnya berjalan ke ruang konferensi dan kantor, di mana mereka mengambil foto selfie.

Tapi pengambilalihan kementerian luar negeri terhenti ketika bala bantuan tentara yang besar datang. Memaksa semua demonstran untuk keluar dari Kementerian Luar Negeri.

Diketahui, demonstrasi ini dilakukan pasca-ledakan pada Selasa (4/8/2020). Dalam ledakan itu menewaskan lebih dari 150 jiwa, dan melukai sedikitnya 5.000 orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ledakan Lebanon

Berita Populer