Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 31 Juli 2020 18:40

Hewan kurban Bupati Luwu, H Basmin Mattayang.
Hewan kurban Bupati Luwu, H Basmin Mattayang.

Kurban 1 Ekor Sapi, Bupati Luwu: Ini Momentum Tingkatkan Kepekaan Sosial

Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, berkurban satu ekor sapi.

LUWU, BUKAMATA - Bupati Luwu, H Basmin Mattayang dan Ketua Tim Penggerak PKK Kab Luwu, Hj Hayarna Basmin beserta para kepala OPD, melaksanakan salat Iduladha 1441 Hijriah di Masjid Agung Belopa, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Jumat (31/7/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Luwu mengisahkan histori perjuangan Nabi Ibrahim AS yang diuji kecintaan dan ketaqwaannya oleh Allah SWT, untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail AS.

"Suasana Hari Raya Iduladha memiliki nilai histori yang mengingatkan kita bagaimana proses perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam mentransformasi pesan keagaaman menjadi sebuah aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Bagaimana Nabi Ibrahim yang diuji ketakwaan dan kecintaannya kepada Allah SWT, walau harus menyembelih putra kesayangan yang telah lama dinanti-nantikan kehadirannya. Namun, karena ketaqwaan dan kecintaannya kepada Allah SWT maka perintah itu dilaksanakan dan pada akhirnya sembelihannya diganti dengan seekor hewan kurban," kata H Basmin Mattayang.

Peristiwa ini kata Basmin, kemudian menjadi awal diperintahkannya bagi umat muslim yang memiliki kemampuan untuk berkurban. Bukan hanya sebagai ritual keagamaan semata tetapi sebagai manifestasi rasa solidaritas kepada sesama, serta saling berbagi dengan fakir miskin dan kaum duafa.

"Marilah Kita menjadikan Hari Raya Iduladha atau biasa juga disebut Idul Qurban sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kepekaan sosial, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, lebih peka terhadap penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dengan menyisihkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah SWT secara ikhlas," lanjut H Basmin Mattayang.

Bupati Luwu mengajak kaum muslimin dan muslimat, utamanya yang memiliki kecukupan harta agar menyembelih hewan kurban yang sekaligus menjadi simbol menyembelih sifat kebinatangan yang ada pada diri manusia. Serta sebagai pelajaran meningkatkan kesetiakawanan, ukhuwah, pengorbanan serta mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan orang lain.

Usai salat Iduladha, HM Rafii Ruslin yang bertindak selaku khatib, menjelaskan hakikat pengorbanan, di mana sedekah daging hewan adalah simbol dari makna qurban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan harta benda, tenaga, pikiran, waktu bahkan jiwa sekalipun.

"Pengorbanan adalah manifestasi dari kesadaran kita sebagai makhluk sosial. Kita tidak boleh hanya memenuhi ego dan harus selalu memghargai keberadaan orang lain. Inilah upaya untuk menggapai tingkat Ihsan yang pelakunya disebut dengan Muhsin yang senantiasa dicintai oleh Allah SWT. Dia adalah puncak dari ketaatan, akhlak dan amal seseorang. Dia selalu memandang dirinya pada posisi orang lain," jelas HM Rafii Ruslin

Pada pelaksanaan salat Iduladha 1441 H kali ini, bertindak sebagai imam adalah ustadz Abd Latif, Imam Masjid Agung Belopa. Pelaksanaa salat Iduladha juga diikuti oleh masyarakat dengan memberlakukan penerapan protokol kesehatan.

Selain Bupati Luwu, Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak juga berkurban 1 ekor sapi, Sekda Luwu, Ridwan Tumbalolo 1 ekor sapi, dan pemerintah kabupaten Luwu 2 ekor sapi.

Penulis : Irwan Musa
#Pemkab Luwu #H Basmin Mattayang