MAKASSAR, BUKAMATA - Pria berinisial AH, yang mengaku memperkosa anjingnya saat tinggal di hutan Gowa, Sulsel, dilapor di dua Polda, yakni, Polda Sulsel dan Polda Sumut.
Di Polda Sulsel, AH dilapor oleh Direktur Operasional Natha Satwa, Annisa Ratna Kurnia pada Selasa (28/7/2020) kemarin. Sementara di Polda Sumut, AH dilapor oleh teman chatnya.
Sekadar diketahui, AH dilapor setelah tangkapan layar chatnya tentang perlakuan cabul terhadap anjingnya, tersebar. Chat itu dilakukan lewat messenger Facebook.
Polda Sulawesi Selatan sendiri mengaku telah menerima aduan dari komunitas pencinta satwa itu. Namun, pihak Polda masih akan memperjelas tempat kejadian perkaranya.
"Ya sekarang kalau ada laporan, ada pengaduan ataupun laporan, kalau itu diterima ya ditindaklanjuti sesuai dengan langkah awal, cek TKP, lakukan pemeriksaan saksi-saksi," ujar Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Augustinus Pangaribuan, Rabu (29/7/2020).
Dari aduan pihak Natha Satwa itu kata Augustinus, diketahui jika warga Medan yang berkirim pesan dengan pria viral tersebut, juga sudah melapor ke Polda Sumatera Utara.
"Dia kan (penerima chat dari terduga pelaku) domisili di Medan, kalau misalnya dia melapor di Medan, ya silakan aja karena TKP-nya kan cuma baru 'katanya' di Gowa. Perkiraan di Gowa sehubungan dengan chatingannya itu, nah tapi kan itu harus kita pastikan (TKP) dulu," kata Augustinus.
Lebih lanjut, Augustinus menyebut Polda Sumut menjadi pihak yang akan meyelidiki kabar viral tersebut, jika menerima laporan dari warga di Medan. Polda Sulsel akan mengambil alih kasus tersebut, jika benar TKP berada di Gowa.
"Itu katanya laporannya di Polda Sumut sekarang. Ya nanti Polda Sumut yang akan berkoordinasi sama kita," ucapnya.
"Jadi yang pertama menangani Polda Sumut karena laporannya di sana, kalau Polda Sumut membuktikan itu TKP-nya di sini, ya dilimpahkan ke sini, gitu aja. Iya (menunggu perkembangan di Polda Sumut)," imbuh Augustinus.
Sebelumnya, dalam tangkapan layar percakapan Facebook yang dilihat Bukamata, AH mengaku jauh dengan istrinya yang tinggal dengan orang tuanya di Medan. Sang istri sedang hamil. Sedangkan AH mengaku sedang berada di hutan di Gowa. Karena kesepian, dia lantas mencabuli anjing peliharaannya. Hal itu menimbulkan kemarahan dari kelompok penyayang satwa.