KOLAKA, BUKAMATA - Polisi terus mendalami motif pembunuhan kakak-adik Haking dan Sidung oleh Nasir alias DG Tantu (54) dan Aso (35) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Hasilnya, polisi mengendus motif lain di luar soal pagar. Menurut polisi, pembacokan itu juga didasari dendam pribadi. Masalah siri' atau harga diri.
"Masalah dendam pribadi, kalau orang sini bilang masalah siri'," ujar Kasat Reskrim Polres Kolaka AKP I Gede Pranata, Selasa (28/7/2020).
Namun Gede memilih tidak membeberkan lebih jauh soal dendam pribadi antara tersangka dengan korban. Mereka lebih fokus ke penegakan hukum.
"Nah, itu kan masalah pribadi, itu tidak dipublikasikan supaya tidak memicu, karena ini kan kita berupaya men-take down informasi-informasi yang berkembang, kita fokus ke penegakan hukum," katanya.
Polisi hingga saat ini sudah memeriksa 7 saksi. Namun, dia juga enggan membeberkan hasil keterangan saksi tersebut.
"Saya tidak bisa beberkan. Tetapi yang namanya saksi adalah orang-orang yang mengetahui, mendengar, melihat, yang ada di sana," ujarnya.
Tersangka DG Tantu mengaku, dia tega menghabisi nyawa kakak-adik itu karena sudah habis kesabaran. Korban kerap merusak pagar tersangka dan kerap memprovokasi tersangka.
"Menurut versinya, tersangka melakukan tindakan tersebut dikarenakan sudah geram terhadap apa yang sudah dilakukan oleh si korban. Karena pagar yang sudah ditanam oleh tersangka, dicabut kembali oleh si korban. Itu versinya tersangka," jelas AKP Pranata.
"Tapi, setelah kita lakukan pemeriksaan secara mendalam, ternyata ada permasalahan lain yang melatarbelakangi permasalahan tersebut," lanjutnya.
Haking dan Sidung tewas dibunuh DG Tantu (54) dan Aso (35). Kasus penganiayaan berujung kematian tersebut terjadi dipicu konflik lahan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos