LUWU UTARA - Lembaga kemanusiaan Blue Helmet mendirikan klinik darurat di lokasi bencana Masamba, tepatnya di posko pengungsian Meli, Luwu Utara.
Koordinator Lapangan Relawan Blue Helmet untuk Recovery Masamba, Sulfiadi menyatakan, klinik darurat ini sudah sangat mendesak karena kesehatan pengungsi sudah mulai terganggu. Klinik lapangan ini diberi nama Blue Guard Health Care Medical
“Beberapa relawan dari beberapa lembaga sosial yang terjun membantu penanganan bencana Masamba juga mulai mengalami sakit sebagiannya karena kelelahan,” kata Sulfiadi.
Baca Juga :
Klinik darurat yang didirikan oleh Blue Helmet ini, selain akan menyiapkan dokter klinik untuk pelayanan kesehatan, klinik ini juga diharapkan dapat menyiapkan suplemen, handsanitizer dan masker. Selain itu, karena situasi pandemi yang masih berlangsung, pola pelayanan klinik darurat ini tetap akan memperhatikan protokol kesehatan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kemanusiaan Blue Helmet, Arif Ardiansyah mengatakan, saat ini relawan dari berbagai daerah telah bergabung memperkuat barisan relawan Blue Helmet antara lain dari Kabupaten Luwu Utara, Palopo, Luwu, Luwu Timur, Pangkep, Maros dan Makassar.
“Kami terus membuka diri untuk siapa saja yang hendak bergabung sebagai relawan, dan juga tentu saja siap membantu penyaluran bantuan dari berbagai pihak kepada para pengungsi,” ungkap arif.
Belasan lembaga telah menyalurkan bantuan untuk korban Masamba melalui Blue Helmet, yang terbaru adalah bantuan dari PKK Kabupaten Takalar, sebagian dalam bentuk dana, sebagian juga dalam bentuk barang dan makanan.