MAKASSAR, BUKAMATA - Surat izin untuk menggelar Musda X DPD I Golkar Sulsel tak kunjung dikeluarkan Polda Sulsel. Pasalnya, status Kota Makassar masih zona merah dalam penyebaran Covid-19.
Situasi ini memaksa Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) bersurat ke DPP. Isinya meminta lokasi Musda dipindahkan ke Jakarta. Agar kontestasi itu bisa rampung sebelum 31 Juli mendatang. Sesuai deadline dari DPP.
Solusi ini juga masih menyisakan tanda tanya. Mengapa Musda Golkar Sulsel tak digelar secara virtual saja. Persis sama dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN yang digelar 19 Juli lalu.
Terkait hal itu, NH memberikan alasannya. Menurutnya, khusus Musda Golkar Sulsel tak bisa digelar secara daring. Sebab katanya, ada kurang lebih 120 orang yang mutlak hadir langsung di arena Musda.
"Musda secara virtual bagi kita sulit sebab dalam pedoman organisasi itu minimal 60 orang mesti hadir secara fisik. Itu belum ditambah pimpinan, DPP, steering committee, dan panitia pelaksana. Itu semua mutlak harus hadir. Minimal 120 orang," beber NH.
Dengan jumlah tersebut, katanya, panitia pelaksana mesti mengantongi izin dari kepolisian. NH pun memantapkan untuk memindahkan arena Musda ke Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta.
"Kita tidak bisa tanpa izin. Kita sudah formulasikan untuk menggabungkan virtual dan fisik tetap tak bisa. Makanya kita meminta izin untuk dipindahkan ke Jakarta. Itu bukti niat kami agar konsolidasi ini selesai dengan cepat," demikian NH.
BERITA TERKAIT
-
Pimpin Golkar Sulsel, IAS Pasang Target Tinggi di Pileg
-
Di Hadapan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, Andi Sudirman: Fraksi Golkar DPRD Sangat Mendukung Pembangunan Daerah
-
Didukung 22 DPD II, IAS Kukuhkan Dominasi di Bursa Ketua Golkar Sulsel, Bidik Kembalikan Kejayaan Partai 2029
-
IAS Resmi Ambil Formulir Ketua Golkar Sulsel, Kantongi Dukungan 22 DPD II Jelang Musda
-
Efek Kejut Diskresi Bahlil: Langkah Kilat IAS Memimpin dengan 15 Rekomendasi Pemilik Suara