Redaksi
Redaksi

Kamis, 23 Juli 2020 13:03

Irfan Soekoenay
Irfan Soekoenay

PKB Tantang Petahana di Pilkada Halmahera Utara

Upaya duet Frans Manery-Muhlis Tapitapi untuk memborong partai guna melawan kotak kosong di Pilkada Halmahera Utara, kandas.

MALUKU UTARA, BUKAMATA - Drama yang dimainkan calon petahana Ir Frans Manery dan Muhlis Tapitapi, untuk melawan kotak kosong di Pemilihan Bupati (Pilbup) Halmahera Utara (Halut), rupanya kandas di tengah jalan. Sebab, beberapa partai besar mengambil sikap menjadi lawan tanding. Salah satunya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua DPC PKB Halut, Irfan Soekoenay menegaskan, dalam rangka menghidupkan demokrasi, pihaknya siap secara lahir maupun batin melawan petahana pada 9 Desember 2020 mendatang. Di singgung soal siapa yang nanti didorong, Irfan bilang, nanti disampaikan kemudian.

“Yang pasti ada beberapa nama kami sudah sodorkan ke DPP. Sekarang kita tinggal tunggu diumumkan. Yang pasti, calon yang diusung sangat berpeluang memenangkan pertarungan,” ujar Irfan dengan nada optimis, Kamis, 23 Juli 2020.

Sang Ketua yang berhasil membawa PKB tiga kursi dalam pemilihan legislatif di Halut 2019 lalu ini mengaku, sejauh ini sejumlah partai koalisi sudah selesai dikomunikasikan. Antara lain, PDIP, Gerindra, PAN serta PPP.

“Tentu sejumlah partai yang sudah dikomunikasikan punya komitmen yang sama untuk membawa Halut lebih baik kedepan,” tegas Irfan selaku Ketua Komisi I DPRD Halut.

Irfan mengimbau seluruh pendukung dan simpatisan, agar bersabar dan tetap tenang untuk sementara waktu. PKB dan sejumlah partai pendukung lainya akan memberi kejutan di injury time.

“Kami dari partai koalisi pastinya mendorong kandidat yang punya visi misi yang jelas. Kemudian punya basis di akar rumput yang kuat,” cetusnya.

Sekadar diketahui, Bupati dan Wakil Bupati aktif yakni, Frans Manery dan Muhlis Tapitapi, sangat berambisi memborong partai dengan harapan ingin melawan kotak kosong. Upaya tersebut jadi wacana hangat bagi sejumlah kalangan khususnya di Halut.

Di sisi lain publik berspekulasi, upaya tersebut sebagai bentuk ketakutan dengan lahirnya koalisi pemenang kedua dan ketiga pada Pilkada 2015 lalu. Mereka adalah, Hariyanto Tantri dan Kasman Hi Ahmad. Sementara itu, Joel Wogono dan Said Bajak sebagai pendatang baru, juga dianggap pasangan yang tidak boleh dianggap enteng.

Penulis: Mufrid Tawary

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pilkada Serentak 2020