Redaksi : Kamis, 23 Juli 2020 11:13
Ilustrasi

MEDAN, BUKAMATA - Sesosok mayat pria terikat rantai, ditemukan mengapung di Sungai Desa Singa, Karo, Sumatera Utara (Sumut). Itu pada Senin (13/7/2020) lalu. Mayat ditemukan oleh warga yang hendak memancing ikan.

Ada tanda-tanda lebam mayat dan kaku mayat. Didapat kedua kaki terikat dengan rantai besi yang tergembok. Pada leher didapat tali rapia yang terikat kuat. Pada badan, didapat kain sarung.

Di lengan sebelah kiri ada tato bertuliskan "Sepanjang Masa". Lalu pada dada sebelah kiri, ada tato tertulis "Doa Ibu". Dari tato itu, pria itu belakangan diketahui bernama Rawat Sembiring Milala. Dia diduga tewas karena dibunuh oleh pembunuh bayaran.

Kapolsek Tiga Panah, AKP Ramli Simanjorang, saat dimintai konfirmasi, Kamis (23/7/2020) mengatakan, pihaknya telah menangkap dua orang laki-laki. Mereka diduga keras tersangka pembunuhan Rawat Sembiring Milala.

Ramli mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan. Kedua orang yang diamankan itu adalah kakak tiri korban, Hasil Sembiring dan seorang diduga pembunuh bayaran, Sempurna Ginting.

"Abang tiri korban bernama Hasil Sembiring mengakui bahwa dianya mendalangi dan menyuruh tersangka Sempurna Ginting dan lainnya untuk membunuh korban," ujar Ramli.

Hasil Sembiring diduga memberikan uang Rp6,5 juta kepada Sempurna Ginting. Sempurna lalu mengeksekusi bersama tiga orang lainnya.

"Sempurna Ginting melakukan pembunuhan terhadap korban bersama Andi Ginting (anaknya), Pijer Sembiring dan satu pria lainnya," ucap Ramli.

Para terduga pelaku ini diduga membunuh Rawat dengan cara menjerat leher. Setelah korban meninggal, mayat dimasukkan ke dalam karung goni lalu dibawa ke jembatan Desa Singa dan dilempar ke Sungai Lau Biang.

"Motif tersangka Hasil Sembiring membunuh korban dikarenakan tersangka sudah sangat resah dan terancam atas perbuatan korban, yang ada mengalami gangguan jiwa. Pihak keluarga dan masyarakat juga sudah sangat resah dengan perbuatan pelaku yang terkadang mau kumat dan membuat keonaran di desanya," ujar Ramli.

Polisi masih menyelidiki keberadaan tersangka lainnya yang belum tertangkap. Dia juga mengatakan hasil autopsi korban menunjukkan Rawat tewas karena dijerat pada leher dan pukulan benda tumpul di kepala. Korban juga diduga masih dalam keadaan setengah sadar saat masuk ke dalam air karena tidak ada pasir pada tenggorokan.