Redaksi : Selasa, 21 Juli 2020 11:42
Antariksa (tengah) berdoa di depan kuburan anaknya. (Foto: Indra Dwi Purnomo/Tribunnews).

PEKALONGAN, BUKAMATA - Antariksa (48), adalah Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Dinas Sosial Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Saat ada penemuan jenazah tanpa identitas pada akhir April 2020 silam di sekitar eks dealer Daihatsu, di Jalan Dr Sutomo, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Antariksa yang mengurusnya. Karena, memang tugasnya sebagai TKSK.

Saat memulasari jenazah yang sudah membusuk dan sulit dikenali itu, Antariksa kerap membatin, "Mirip anak saya." Namun, Antariksa belum sadar, kalau ternyata jasad itu memang anaknya, S (15). Warga Kelurahan Baros, PekalonganTimur, Kota Pekalongan, mengaku kerap kangen dengan jenazah itu.

Anak Antariksa hilang sejak 18 April 2020 silam. Itu setelah pergi bersama NK (17), yang merupakan tersangka pembunuhan di bantaran Sungai Klego. "Saya sempat menginterogasi NK tapi hasilnya nihil. NK hanya bilang berpisah dengan S saat di Batang," ujar Antariksa dikutip dari tribunnews.

Setelah membaca berita NK ditangkap karena dua kali pembunuhan, yaitu di bantaran Sungai Klego dan belakang eks Daihatsu, ia akhirnya ke Polres Pekalongan Kota. "NK mengaku kalau membunuh anak saya. Sementara motor S ada yang lihat di Batang. Mungkin sudah dijual oleh pelaku," lanjutnya bercerita.

Antariksa menambahkan, saat penemuan mayat tanpa identitas, ia mengurus jenazah tersebut dari mulai memandikan hingga mengkafani. Dia merasakan ada ikatan batin saat memulasari. Bahkan, ia membelikan sendiri batu nisan yang ia tulis huruf X.

"Dimakamkan di TPU Sapuro, meski tidak dikenali saya sering ke makamnya karena perasaan rindu. Ternyata anak saya sendiri," ungkap Antariksa.

Kini keluarga hanya bisa berharap, proses hukum terhadap pelaku terus berjalan. Karena sudah membunuh dua nyawa sekaligus.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng mengatakan, saat ini pihaknya masih memperdalam kasus tersebut.

"Terkait kasus pada bulan April tahun 2020, anggota masih memperdalam dan melakukan penyelidikan terhadap tersangka. Apakah ada tersangka yang lain, kami masih melakukan penyelidikan," ungkap AKP Ahmad.