Aswad Syam
Aswad Syam

Minggu, 12 Juli 2020 19:38

Hagia Sophia
Hagia Sophia

Erdogan Kembalikan Hagia Sophia, Anis Matta: Itu Pesan Determinasi Geopolitik Turki

Pengembalian fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, adalah sebuah pesan tersirat Erdogan, bahwa dia sudah menjadi pemimpin kawasan.

JAKARTA, BUKAMATA - Pengembalian fungsi Hagia Sophia dari museum kembali menjadi masjid, menyiratkan pesan sendiri bagi dunia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seolah ingin mengatakan, bahwa negaranya adalah negara berdaulat sekaligus pemimpin di kawasan.

Begitu kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta, menanggapi kebijakan tegas pemerintah Turki yang mendapat tentangan dari berbagai pihak.

“Turki pemimpin kawasan. Itu pesan Erdogan di balik keputusan mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid setelah dijadikan museum oleh Attaturk sejak 1935,” kata Anis Matta di akun Twitter pribadinya, Minggu (12/7/2020).

Menurut mantan presiden PKS ini, pesan yang ditampilkan Erdogan bukan sembarangan. Ada sebuah pertarungan geopolitik yang hendak dimenangkan oleh Erdogan.

“Ini pesan determinasi di tengah pertarungan politicall will secara geopolitik,” tegas Anis Matta.

Mantan Wakil Ketua DPR ini menyebut, ada pendekatan geopolitik baru yang diterapkan Erdogan.

“Pesan itu sepertinya mengawali pendekatan geopolitik baru Turki Erdogan, setelah hampir 10 tahun terakhir terlibat dalam berbagai titik konflik seperti di Syria, Yunani, Libya, Yaman dan lainnya,” ujar Anis.

Anis menilai, titik balik Erdogan terjadi pasca gagalnya kudeta tahun 2016 lalu.

“Gagalnya kudeta militer 2016 lalu yang disponsori negara-negara anti-Arab Spring seperti Arab Saudi dan UAE makin mengokohkan posisi internal Erdogan,” tambahnya.

Anis menambahkan, itu juga membuat Erdogan lebih berani melakukan intervensi militer di kawasan, seperti Libya dan suatu saat mungkin juga Yaman.

“Jatuhnya harga minyak tlh memukul telak ekonomi Arab Saudi, UAE, Rusia yg merupakan pemain utama dlm konflik geopolitik di kawasan.. Itu memberi lebih banyak keleluasaan bagi Turki,” terangnya.

Pesan determinasi geopolitik Turki ini lanjut Anis, sepertinya dirancang dgn apik menuju pilpres terakhir Erdogan tahun 2024 mendatang.

Namun, tantangan sebenarnya Erdogan adalah pemulihan ekonomi.

“Tapi tantangan Turki sebenarnya bukan di situ. Tantangannya justru terletak pada pemulihan ekonomi di tengah krisis berlarut. Bisakah Erdogan sukses??” tutup Anis dengan nada tanya.

#Hagia Sophia #Turki #Anis Matta

Berita Populer