Redaksi : Jumat, 10 Juli 2020 12:44
Tiga pangeran Arab yang kematiannya masih misterius.

JEDDAH, BUKAMATA - Dalam sebulan terakhir, sudah tiga pangeran Arab Saudi meninggal dunia. Terhitung sejak Juni hingga Juli. Penyebab meninggalnya masih diselimuti misteri.

Pada 4 Juni lalu, Kerajaan Arab Saudi mengatakan Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud meninggal dunia tanpa menjelaskan penyebab kematiannya.

"Pemakaman Yang Mulia Pangeran Saud bin bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz akan berlangsung hari Jumat (5/6/2020) di Riyadh," tulis Saudi Arabia Press (SPA).

Masih di bulan Juni, Pangeran Arab Saudi berikutnya yang meninggal dunia adalah Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Faisal Al Saud. Namun, penyebab kematiannya juga masih misteri.

Seperti dilansir dari kantor berita pemerintah, SPA, Kerajaan Saudi mengumumkan, Pangeran Bandar bin Saad meninggal dunia pada Minggu (28/6/2020) dinihari waktu setempat. Doa pemakamannya digelar di Riyadh pada Senin (29/6/2020) waktu setempat.

Kabar duka itu kembali datang dari kerajaan Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi mengumumkan Pangeran Khalid bin Saud bin Abdulaziz Al Saud meninggal dunia pada Selasa (7/7/2020). Pangeran Khalid dilaporkan wafat di luar negeri.

"Kerajaan mengumumkan wafatnya Pangeran Khalid bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, yang meninggal dunia di luar negeri," demikian pengumuman tersebut seperti yang dilansir Kantor berita SPA, Selasa (7/7/2020).

Pangeran Khalid wafat pada Selasa (7/7) pukul 18:49 waktu setempat. Namun, tidak ada penjelasan soal negara tempat sang pangeran wafat ataupun penyebab kematiannya.

Sebelumnya, dalam sebuah laporan, dokter di rumah sakit elite yang merawat anggota keluarga Al-Saud kala itu menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur, dan menekankan kondisi di kerajaan Saudi dalam keadaan 'siaga tinggi'.

"Arahan harus siap untuk V.I.P dari seluruh negara," tulis pesan dari Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal yang diterima The New York Times pada Selasa (7/4/2020).

"Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan tetapi waspada, semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya, kasus 'darurat' yang akan diterima lebih awal," lanjut pesan tersebut.

Lebih dari enam minggu setelah Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya, virus Corona atau COVID-19 dilaporkan turut menginfeksi keluarga kerajaan. Ketika itu, sebanyak 150 bangsawan di kerajaan diyakini telah terinfeksi virus Corona.