Ulfa
Ulfa

Minggu, 05 Juli 2020 15:16

Denny Siregar. IST
Denny Siregar. IST

Soal 'Santri Calon Teroris', Denny Siregar Ogah Minta Maaf

Denny Siregar mengatakan dia akan meminta maaf jika para santri tersinggung atas postingannya.

BUKAMATA - Pegiat media sosial Denny Siregar menjadi sorotan karena unggahan 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang' yang di posting di akun Facebook-nya.

Dalam posting-an itu, Denny juga memajang foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi Tasikmalaya yang membawa bendera tauhid berwarna hitam dan putih.

Denny menjelaskan status yang dia tulis di akun Facebook-nya itu hanya sebagai nasihat terhadap anak dilibatkan dalam aksi demo. Tidak spesifik kepada santri.

Namun postingan itu menjadi sorotan. Desakan agar Denny mengucapkan maaf itu diungkapkan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Dia menyarankan Denny segera meminta maaf ke para kiai dan santri.

"Bang Denny segera sowan dan minta maaf ke NU dan para kiai dan santri, lebih baik saling maaf-memaafkan saja," kata Daniel, Minggu (5/7/2020).

Menurut Daniel, unggahan Denny tersebut tidaklah bijak dan menyesatkan. Karena itu, dia menilai sebaiknya Denny meminta maaf karena telah menyinggung dan membuat marah para santri.

Sama halnya dengan Ketua DPP NasDem, Willy Aditya. Dia mengatakan masyarakat dituntut semakin dewasa dan bertanggung jawab. Termasuk pula dalam berpendapat.

"Di sisi lain, para netizen juga dituntut untuk semakin dewasa dan bertanggung jawab. Dewasa dalam bermedsos, dan dewasa pula dalam beropini. Kode etik harus diperhatikan betul, karena itulah ciri manusia beradab," kata Willy dilansir Detikcom.

"Dia juga harus bertanggung jawab juga atas apa apa yang telah diunggah atau di-posting-nya. Kalau dia merasa benar ya pantang surut dia ke belakang. Kalau salah ya harus jantan untuk mengakui dan siap dengan segala konsekuensinya," imbuhnya.

Sementara itu itu, Denny Siregar mengatakan dia akan meminta maaf jika para santri tersinggung atas postingannya. Namun permintaan maaf itu ditujukan kepada para santri bukan kepada pihak yang memanfaatkan anak dalam aksi demo.

"Kalau para santri ikut tersinggung karena postingan saya, ya saya pasti minta maaf. Tapi saya tidak akan meminta maaf kepada mereka yang memanfaatkan anak-anak dalam demo seperti itu," kata Denny.

Denny menilai pihak yang mengkritiknya itu tidak memahami tulisannya dan terbawa dengan framing kepada santrinya. Menurut Denny, yang ingin diungkapkan dalam postingan itu adalah pesan dari tulisannya terkait keterlibatan anak dalam aksi demo.

"Yah mungkin beberapa partai itu belum paham maksud tulisan, hanya sekedar komentar karena terbawa framing. Mereka lebih fokus ke masalah santri, tapi tidak fokus ke pesan di dalamnya. Seharusnya partai-partai itu juga menyoroti anak-anak yang dibawa demo itu," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer