Ibnu Kasir
Ibnu Kasir

Jumat, 03 Juli 2020 17:08

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Ajak Pengguna Kenalan di WhatsApp, Karyawan Ovo Dipecat

Pihak Ovo mengaku sudah melakukan penyelidikan terhadap karyawannya.

BUKAMATA - Oknum karyawan aplikasi pembayaran digital Ovo, ketahuan melakukan chat pribadi dan mengajak kenalan penggunanya.

Insiden ini terbongkar setelah akun Twitter @prayogoafang mengadukan bahwa adiknya menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal berisi foto KTP serta foto selfie adiknya dengan KTP sebagai syarat untuk upgrade layanan Ovo.

Selain itu, orang tersebut juga mengirimkan pesan mengindikasikan bahwa ia adalah karyawan Ovo yang menangani data adik Prayogo.

Adik Prayogo bingung apakah ada kesalahan dalam input data sehingga mengharuskan pihak Ovo untuk menghubunginya secara pribadi.

Ternyata, karyawan Ovo tersebut mengatakan bahwa ia hanya ingin mengajak berkenalan. Adik Prayogo sontak protes terhadap tindakan tersebut. Ia merasa karyawan tersebut telah melanggar privasi dan menyalahgunakan data pribadinya.

"Halo @ovo_id ini adek saya mau upgrade akun kemudian dapet chat seperti ini. Apakah memang prosedurnya seperti ini? Jika tidak, kenapa bisa ada chat ke nomer pribadi yang pada dasarnya privasi pengguna jasa ya?" tulis Prayogo.

Terkait kasus hal tersebut, pihak Ovo mengaku sudah melakukan penyelidikan terhadap karyawannya. Untuk itu, Ovo memintas maaf atas ulah karyawannya itu.

"Pertama-tama, kami mohon maaf atas terjadinya ketidaknyamanan terkait dengan layanan Ovo. Ovo berkomitmen untuk melindungi privasi data pengguna, sesuai dengan tujuan perusahaan untuk terus memberikan layanan keuangan terbaik bagi masyarakat Indonesia," kata Head of Public Relations Ovo, Sinta Setyaningsih.

"Tindakan oknum karyawan tersebut merupakan pelanggaran berat dari prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan terkait perlindungan data pengguna. Dan saat ini yang bersangkutan sudah tidak berstatus karyawan Ovo," tambahnya.

"Terima kasih atas semua masukan dan kritik, Ovo akan terus memastikan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang," pungkasnya.

a

#Ovo