Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 01 Juli 2020 12:07

Direktur Utama PT Inalum (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moedak.
Direktur Utama PT Inalum (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moedak.

"Keluar, Ndak Ada Gunanya Anda di Sini," Anggota DPR RI Usir Bos Inalum dari Ruang Rapat

Anggota DPR RI, mengusir bos PT Inalum dari ruang rapat.

JAKARTA, BUKAMATA - Selasa, 30 Juni 2020. Anggota Komisi VII DPR-RI, Muhammad Nasir, meradang di ruang rapat Komisi VII DPR RI. Direktur Utama PT Inalum (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moedak, datang dengan data yang minim.

Keduanya pun terlibat perdebatan panjang. Ujungnya, Nasir mengusir Orias dari ruang rapat.

Kejadian itu berawal saat Nasir meminta penjelasan dan data lebih detail mengenai strategi Inalum me-refinancing utang sebesar USD2,1 miliar. Refinancing hampir sama gali lubang tutup lubang. Berutang untuk melunasi utang yang lama.

Orias menjelaskan, keputusan refinancing untuk membayar utang lama Inalum yang akan jatuh tempo. Selain itu, utang baru juga untuk membiayai akuisisi 20 persen saham Vale Indonesia.

Salah satu munculnya utang lama, kata Orias, karena Inalum membutuhkan dana waktu mengakuisisi PT Freeport Indonesia (PTFI). Sementara, Inalum baru akan mendapatkan dividen dari PTFI mulai tahun depan.

“Jadi waktu kami beli (PTFI) memang 2 tahun akan kosong penerimaan. Jadi akan balik (level produksi) di 2021. Level produksi di 2021 akan sama ekspektasinya seperti 2018, jadi harga tembaganya di 2018, kami ekspektasi dapat dividen 2021 itu USD350 juta dan akan meningkat bertahap dan ekspektasi akan menerima minimal USD1 miliar di 2023 dan seterusnya,” kata Orias dikutip dari Kompas TV.

Dividen PTFI bersama dengan dividen-dividen dari tiga anak usaha lain akan memperkuat kas Inalum. Saat ini, Inalum memiliki saham pada empat anak usaha yaitu Bukit Asam, Antam, PT Timah, dan PTFI.

Nasir tak puas dengan jawaban Orias. Bahkan dia mengaku pusing. Nasir tak sepakat dengan keputusan Inalum me-refinancing utang karena sama saja menggadaikan BUMN.

Orias menjawab, refinancing diperlukan karena Inalum butuh tambahan modal dan mengurangi beban, karena suku bunga utang baru lebih rendah 0,7 persen daripada utang lama. Orias menepis kalau utang sama dengan menggadaikan BUMN karena penerbitan surat utang Inalum selama ini tak butuh jaminan.

“Jadi Pak, pinjaman yang USD4 miliar dan USD2,5 miliar enggak ada collateral-nya. Clean. Ini kami terbitkan global bond, ada 300 institusi yang partisipasi, seluruh dunia, karena ini di pasar modal, pembelinya bergerak setiap hari. Tapi yang pasti enggak ada collateral,” tuturnya.

Nasir kemudian menanyakan bagaimana cara Inalum nanti melunasi utang di masa depan. Dia menilai, akuisisi PTFI tak bermanfaat karena tak memberikan pemasukan bagi Inalum.

“Kalau sumber dananya tidak memenuhi bagaimana cara bayarnya? Kalau tahun depan enggak bisa bayar bagaimana? Utang lagi Pak?,” kata Nasir.

Orias menjawab, posisi kas Inalum saat ini mencapai Rp42 triliun. Selain itu, kata dia, Inalum akan memperoleh dividen dari anak-anak usaha. Dalam jangka panjang, Inalum cukup kuat.

Nasir kembali tak sepakat dengan pernyataan Orias.

“Saya sekarang bukan bagaimana selesaikan dengan cara utang? Bukan tambah buat masalah. Bapak kalau cuma ambil keuntungan dari tiga perusahaan ini, bangkrut ini. Digadaikan itu,” ucapnya.

Kemudian, Nasir mengancam Orias untuk keluar dari ruang rapat karena tidak mampu menjawab pertanyaannya.

“Itu yang kami khawatirkan. Makanya kita minta data detilnya. Kalau Bapak sekali lagi begini, saya suruh Bapak keluar dari rapat,” ucap Nasir.

Ancaman tersebut direspons oleh Orias. Wakil Presiden Komisaris PTFI itu bersedia menyudahi rapat apabila memang diizinkan.

“Kalau Bapak suruh saya keluar, ya saya izin keluar,” kata Orias.

Mendengar jawaban Orias, Nasir menggebrak meja. Nasir menuding Orias tak serius saat rapat karena tidak menyediakan data lengkap.

“Bapak bagus keluar, enggak ada gunanya di sini. Anda bukan buat main-main di DPR. Anda bukan buat main-main di sini,” kata Nasir dengan nada tinggi.

Orias pun kembali menjawab pernyataan dari Nasir.

“Saya tidak main-main,” kata Orias.

Nasir kemudian meminta pimpinan rapat Alex Noerdin untuk tidak mengundang lagi Orias dalam rapat DPR. Dia juga akan menyurati Menteri BUMN Erick Thohir, agar mencopot Orias dari jabatannya.

“Anda itu enggak lengkap bahannya. Enak betul Anda di sini. Siapa yang naruh Anda di sini? Kurang ajar Anda di sini. Kalau Anda enggak senang, Anda keluar! Kau pikir punya saudara kau ini semua,” ungkap Nasir, masih dengan nada tinggi.

#Anggota DPRD