Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 30 Juni 2020 10:54

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Siapa Menteri yang Dibidik Rencana Reshuffle Jokowi?

Presiden Jokowi sedikit emosional. Keadaan luar biasa ini ditanggapi biasa-biasa saja oleh para pembantunya. Dia pun menggulirkan ancaman reshuffle bagi mereka yang berkinerja buruk.

JAKARTA, BUKAMATA - Nadanya tinggi. Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Juni 2020 lalu memang menusuk di jantung para menteri. Orang nomor satu di republik ini, meminta langkah luar biasa para pembantunya untuk keadaan luar biasa ini. Jika tak mampu, seleksi reshuffle berlaku. Lantas siapa menteri yang terancam?

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, reshuffle kabinet akan berdampak pada menteri yang kurang tanggap. Andreas berpendapat perlu ada langkah yang diambil dengan cepat.

"Kata kuncinya adalah evaluasi kinerja para pembantu presiden soal krisis, respons sense crisis dari para pembantu presiden yang terlihat dalam kinerja di masing-masing kementerian dan lembaga," kata Andreas.


Sementara itu, pendiri Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio, juga menelaah menteri mana yang kira-kira akan bertahan dan kena reshuffle.

"Kalau dilihat bahasa tubuhnya, serius itu Pak Jokowi marahnya, lancar bicaranya," kata Hensat, sapaan Hendri Satrio dikutip dari Detik.

Pria yang akrab disapa Hensat itu, lalu menyatakan ada kemungkinan sektor yang bakal kena kocok ulang, yakni di bidang kesehatan hingga sosial.

"Dari yang disampaikan Pak Jokowi, justru lebih di level humaniora. Kemungkinan besar yang berkaitan dengan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, agama, sosial, pembangunan manusia, dan kebudayaan," kata Hensat.

Bahkan kata dia, bisa jadi Jokowi akan merombak kabinet secara besar-besaran, namun bisa pula Jokowi hanya akan sedikit merombak atau menukar posisi menteri satu dengan yang lainnya. Namun nama-nama besar di kabinet diyakini tak akan kena reshuffle.

"Menurut saya beberapa menteri saja yang bisa bertahan. Erick Thohir (Menteri BUMN), karena memberikan terobosan-terobosan. Pak Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) yang menjaga monumen kebesaran Pak Jokowi berupa pembangunan infrastruktur. Pak Bambang Brodjonegoro (Menristek/BRIN) yang merupakan loyalis Pak Jokowi," kata Hensat.

Selain itu, ada nama-nama besar lain yang tak akan kena reshuffle. Hensat menyebut Menko Polhukam Mahfud Md, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Retno Marsudi, hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tak akan kena reshuffle.

"Prabowo Subianto juga akan bertahan, karena mampu melakukan hal-hal yang baik dan melakukan perbaikan pertahanan dan keamanan," kata Hensat.

Nama besar sekelas Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan diyakini Hensat bakal tetap aman. Soalnya, Jokowi butuh memulihkan investasi di era pandemi.

Bagaimana dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto? "Saya tidak yakin Terawan kena reshuffle. Ini karena siapa pun menteri kesehatan yang berada dalam kondisi pandemi virus Corona, pasti kalang kabut," kata Hensat.

Senada dengan itu, pakar kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wahyudi Kumorotomo juga menilai, kinerja menteri-menteri tersebut saat menghadapi pandemi ini kurang maksimal. Dia lalu mencontohkan di bidang kesehatan yang belum sepenuhnya menggelontorkan anggaran untuk penanganan COVID-19.

"Saya lihat memang ada beberapa (menteri) yang perlu di-reshuffle. Mungkin seperti Menkes, Mensos, Mendikbud, Menkop dan UMKM, hingga Menaker," paparnya.

#Jokowi #Presiden Jokowi