Ulfa : Minggu, 28 Juni 2020 08:55

BUKAMATA - Nasib apes dialami anggota satuan Cyber Crime Polda Metro Jaya. Dia dikeroyok oleh sejumlah warga negara asing, yang diduga berasal dari Nigeria.

Kejadian ini bermula akibat salah informasi. Warga asing itu mengira kepolisian tengah melakukan razia di Apartemen Green Park View, Blok F, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Kemudian ada salah satu warga negara asing, kemungkinan Nigeria berteriak, 'ada razia warga negara asing'", kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Tengku Arsya Khadafi.

Tidak lama setelah itu, kemudian sekelompok warga asing langsung tiba-tiba melawan Pihak Kepolisian dan mengeroyok 4 orang personel anggota Cyber Crime Polda Metro Jaya.

Akhirnya keributan pecah yang berujung pada pemukulan terhadap anggota Polri. Dalam keterangannya, Arsya menyebut ada 80 warga negara asing yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

"Dengan bantuan personel Jatanras PMJ, Polres Jakbar, Polsek Cengkareng dan warga dapat diamankan 9 warga Kulit Hitam dan dibawa ke Polda Metro Jaya," kata Arsya.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut bahwa para warga negara asing tersebut mengira akan terjadi razia dari pihak Imigrasi, sehingga mereka nekat dan melakukan perlawanan, pengadangan, dan pengeroyokan terhadap polisi.

Padahal, polisi sedang dalam tugas penangkapan dan pengembangan kasus penipuan online yang tinggal di apartemen tersebut. Belum diketahui mengapa mereka takut dirazia.

"Padahal sedang dalam tugas penangkapan dan pengembangan penipuan online saudara Dian dan pacarnya Sima Gabriel yang jadi target Polda Metro Jaya di Apartemen Green Park View Blok F," kata Arsya.

Setelah peristiwa tersebut, polisi memastikan kondisi Apartemen Green Park View sudah aman dan kondusif.