Redaksi : Kamis, 25 Juni 2020 10:19
Prof Yusran Jusuf usai dilantik sebagai Pj Wali Kota Makassar, 13 Mei 2020 lalu.

MAKASSAR, BUKAMATA - Baru 44 hari menjabat sebagai Pj Wali Kota Makassar sejak 13 Mei 2020 lalu, Prof Yusran Jusuf akan segera dicopot. Penggantinya rencana adalah koleganya di Pemprov Sulsel dan Unhas, Prof Rudy Djamaluddin yang kini menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Pemprov Sulsel.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengatakan, karena angka Covid-19 tinggi di Makassar, maka kota ini membutuhkan pemimpin yang kuat.

"Dibutuhkan strong leader, dibutuhkan strong leader," ujar Nurdin Rabu malam, 25 Juni 2020 di Rujab Gubernur Sulsel.

Menurut Nurdin, angka pandemi di Makassar terus naik. Data hingga Selasa (24/6/2020) lalu, terkonfirmasi positif Corona di Makassar ada 2.454 orang. Sebanyak 1.608 orang di antaranya, kini masih menjalani isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit. Ada 596 orang yang dirawat di RS dan 1.012 orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

Menurut Nurdin, kita butuh sinergi betul. Apalagi, Kota Makassar kata dia, saat ini di bawah kendali Provinsi.

"Jadi bagaimana caranya Makassar ini kita coba atasi cepat karena 80 persen kasus COVID-19 itu ada di Makassar. Sementara kita kan tidak memproteksi bahwa orang Makassar ini jangan dulu ke mana-mana, atau kah semua pintu-pintu keluar kita awasi dengan baik dan dengan ketat, semua orang-orang yang bermasalah termasuk yang tanpa gejala, orang dalam pengawasan ini tidak boleh ke mana-mana, biar dia menyelesaikan isolasinya dulu di sini," jelasnya.

Sementara itu, Prof Yusran Jusuf mengatakan serah terima jabatan dirinya akan berlangsung siang ini.

"Amanah kapan saja bisa beralih. Saya yakin pasti Allah SWT sudah tentukan yang terbaik," ujarnya santai.

Yusran saat ini, juga menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel. Dia juga Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).