Ulfa
Ulfa

Kamis, 18 Juni 2020 14:55

Jusuf Kalla. IST
Jusuf Kalla. IST

Jusuf Kalla: Jangan Anggap Enteng Covid-19

JK menial Covid-19 memiliki sifat yang kecepatannya luar biasa dan mematikan.

MAKASSAR - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla (JK) meminta agar masyarakat Sulawesi Selatan tidak menganggap enteng soal pandemi Covid-19.

“Jangan dianggap enteng ini masalah. Di dunia ini sudah delapan juta dalam waktu beberapa bulan. Di kita naiknya sangat luar biasa,” kata Jusuf Kalla saat menyambangi Posko Covid-19 Sulsel, Rabu (17/6/2020).

Menurut Jusuf Kalla, dalam mengurangi dan menyelesaikan masalah Covid-19 ini, pertama kita harus cepat dan tegas agar masyarakat menjaga dirinya, waspada terus, dan menjaga lingkungannya.

“Pemerintah bersama-sama PMI mengintervensi untuk memastikan virus itu dimanapun itu tempatnya, untuk mengurangi korbannya itu yang kita bicarakan,” bebernya.

Sebab kata Jusuf Kalla, Covid-19 memiliki sifat yang kecepatannya luar biasa dan mematikan.

“Kecepatan menularnya luar biasa. Dalam waktu lima bulan, di dunia ada delapan juta positif dan yang meninggal ada 450 ribu. Di Indonesia, dalam waktu tiga bulan ada 40 ribu positif dan meninggal 2.200. Kecepatannya (menular) tinggi sekali,” bebernya.

Mengikuti pola kesehatan, maka bisa dilihat sebagai segitiga. Ada dua pilihannya untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Kata JK, yakni hindari dan matikan. “Ada dua cara, yakni melawannya dengan menghindari atau matikan virusnya,” katanya.

Untuk menghindari, kata dia, dengan tinggal di rumah, pake masker, jaga jarak dan cuci tangan. Untuk mematikannya dengan cara menggunakan disinfektan.

Di dunia, kata Jusuf Kalla, kecepatan penularannya mencapai satu juta kasus Covid-19 dalam waktu 90 hari. Satu juta kedua dalam waktu 20 hari. Satu juta ketiga dalam waktu 16 hari.

“Mulai 2 Maret 2020, di Indonesia, kecepatan penularannya dalam 10 ribu kasus pertama dalam waktu 60 hari. 10 ribu kedua dalam 21 hari. 10 ribu ketiga dalam 17 hari. Hingga 10 ribu keempat dalam 10 hari,” urainya.

Olehnya itu, dibutuhkan kecepatan bertindak serta penyiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan. “Mari kita sama-sama untuk melawan musuh yang tidak kelihatan ini,” ajaknya.

“Dalam hal mengurangi dan menyelesaikan Covid-19 ini harus cepat dan tegas. Agar masyarakat menjaga diri, waspada menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi arahan dari tokoh Sulsel itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Khususnya pada beberapa titik wilayah di Sulsel yang masih masuk dalam zona merah. Salah satunya di Kota Makassar.

Andi Sudirman meminta agar masyarakat khususnya di Sulsel yang masih tinggi penyebarannya, agar mempertegas ke masyarakat untuk disiplin dalam penggunaan masker.

“Bagaimana protokol kesehatan bisa dilakukan secara maksimal. Salah satu yang paling penting dengan pemberlakuan penggunaan masker,” ungkap Andi Sudirman.

“Penegasan Bapak Jusuf Kalla dalam pengendalian penyebaran Covid-19 secara bahu membahu, massif, tegas dan terukur, diperlukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Bantuan PMI Pusat untuk Sulsel berupa ribuan peralatan disinfektan dan lain-lain akan dihadirkan. Semoga kita akan segera bisa keluar dari cobaan wabah ini, Aamiiin,” imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Jusuf Kalla #Covid-19 #Pemprov Sulsel