Redaksi
Redaksi

Rabu, 17 Juni 2020 12:58

Rumah duka.
Rumah duka.

Asyik Mencangkul, Petani Pinrang Tiba-tiba Ambruk di Pematang Sawah

Makka tiba-tiba ambruk saat mencangkul. Saat tetangga sawahnya menemukannya, dia sudah tak bernyawa.

PINRANG, BUKAMATA – Selasa, 16 Juni 2020. Pukul 10.30 Wita. Makka (74) sementara mencangkul di sawahnya di Lingkungan Bulusiapa, Kelurahan Manarang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang.

Tiba-tiba dia berteriak minta tolong sambil mengerang kesakitan. Ansar yang berada tak jauh dari sawah korban, berlari mendekat. Namun saat Ansar tiba, korban sudah tak bernyawa.

Ansar bersama petani lainnya, lalu membawa jasad korban ke rumahnya.

Pihak keluarga mengatakan, pagi itu korban berpamitan kepada keluarganya untuk berangkat ke kebun, guna melakukan menyemprotan tanaman buah pare di kebun miliknya. Selang beberapa waktu, korban kembali ke rumahnya untuk istirahat dan sarapan.

Selesai sarapan, korban berangkat ke sawah dengan membawa cangkul. Dia bilang mau membersihkan rumput di sawah sebelum ditanami padi.

Selama ini, korban menderita penyakit prostat dan sering keluar masuk rumah sakit akibat kencing darah. Baru seminggu lalu keluar dari rumah sakit akibat dari penyakit yang dideritanya.

Keluarga almarhum sepakat untuk tidak melakukan visum. Sebuah surat pernyataan bermaterai ditandatangani istrinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pinrang