MALILI, BUKAMATA – Rabu, 3 Juni 2020. Lima warga Lutim, Ayub (31), Rasaq (19), Dullah (17), Safar (17), dan Illang (17), pamit hendak mendaki.
Namun, sejak itu kelimanya hilang kontak. Titiknya di hutan sekitar danau Matano, di Saluro, Kecamatan Nuha, Kabupaten Lutim.
Koordinator Basarnas Luwu Timur Laode Muhammad Bohari, mengaku sudah mendapat laporan orang hilang di hutan Nuha. Hari ini rencananya mereka akan menerjunkan tim.
Baca Juga :
Salah satu dari kelima orang hilang tersebut, Rasaq (18) seorang remaja yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di SMAN 11 Lutim Sumasang, desa Sorowako, kecamatan Nuha, hari itu pamit kepada adik perempuannya untuk pergi mendaki bersama empat rekannya.
Kedua orang tua Rasaq saat itu tak ada di rumah, sehingga Rasaq hanya pamit ke adiknya. Dia hanya menitip pesan kepada adiknya untuk selanjutnya menyampaikan kepada kedua orang tuanya.
Diduga, Rasaq dan keempat rekannya tersesat di hutan saat hendak melakukan tracking di gunung Saluro yang berbatasan dengan provinsi Sulawesi Tengah. Itu terlihat dari story WA mereka pada 5 Juni. Teman-teman korban masih melihat story WhatsApp yang menyatakan bahwa mereka sedang berada di hutan daerah Saluro.
Dilansir Batarapos, saat ini BPBD kabupaten Luwu Timur bersama pemerintah Sesa Sorowako, serta SAR dan berbagai unsur masih melakukan pencarian terhadap ke lima korban.
Sementara itu, Sartika, kakak Rasaq berharap, adiknya dan empat rekannya bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat.