Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Gelombang protes atas kematian George Floyd, mendapat dukungan dari Turki.
TURKI, BUKAMATA - Turki menentang semua kelompok, yang berupaya mengganggu kebebasan berpendapat warga AS dan ketertiban umum. Itu ditegaskan Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), pada Rabu lalu, dilansir dari aa.com.

Penegasan juru bicara partai yang berkuasa di Turki itu, sebagai bentuk dukungan terhadap aksi demonstrasi anti-rasisme di Amerika Serikat.
Gelombang protes kata dia, telah melanda AS sejak pekan lalu untuk menentang kebrutalan polisi yang mengakibatkan tewasnya George Floyd.
Floyd (46), seorang pria kulit hitam asal Minneapolis ditangkap polisi Senin pekan lalu, saat dia diduga menggunakan uang palsu untuk membayar di sebuah toko.
Rekaman video yang beredar di Facebook menunjukkan, dia diborgol dan tak menunjukkan perlawanan apa pun.
Namun, polisi mengklaim Floyd berontak. Salah satu polisi, Derek Chauvin, tampak menduduki leher Floyd selama hampir sembilan menit.
Kata-kata terakhir Floyd adalah "Saya tidak bisa bernapas" yang kemudian menjadi slogan unjuk rasa.
Hasil autopsi independen yang dirilis awal pekan ini menunjukkan, Floyd meninggal karena sesak napas akibat tekanan berkelanjutan.
17 Mei 2026 23:52
17 Mei 2026 21:51