Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 03 Juni 2020 10:30

Ilustrasi
Ilustrasi

Awalnya Tak Mau Polisikan Suami, Istri yang Dipukul karena Minta Uang Gaji Akhirnya Melapor

Korban KDRT karena meminta gaji suami, akhirnya resmi melapor ke polisi. Sang suami kini buron.

ROHUL, BUKAMATA - Sebelumnya M (35), enggan melaporkan suaminya, DP (45) ke polisi. Namun setelah berpikir-pikir, akhirnya korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, Riau itu, resmi membuat laporan ke polisi.

"Kami sampaikan korban KDRT kini sudah membuat laporan resmi atas kekerasan yang dialaminya. Sebelumnya memang korban enggan melaporkan suaminya. Kasus KDRT ini tetap akan diproses," kata Humas Polres Rohul, Ipda Ferry, Rabu (3/6/2020).

Dengan pelaporan tersebut, kata Fery, kasus KDRT ini akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Korban juga didampingi Dinas Sosial Pemkab Rohul. Korban adalah warga perumahan Afdeling I PT SAMS, Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam.

"Korban melaporkan suaminya inisial DP (40). Pelaku saat ini melarikan diri setelah melakukan KDRT," kata Ferry.

Kasus KDRT ini viral di media sosial yang diunggah anak korban sendiri. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/5/2020) sekitar pukul 06.50 WIB. Korban M saat itu meminta uang gaji suaminya.

Namun pelaku marah-marah kepada korban. Karena suaminya marah-marah kemudian korban persiapan untuk berangkat kerja memupuk di area perkebunan sawit perusahaan.

Kemudian korban minta tolong kepada mandor inisial H menumpang ke lokasi kerja, karena korban tidak memiliki kendaraan sepeda motor.

"Mendengar korban minta tolong kepada mandor terduga pelaku langsung memaki korban dan memukul pipi sebelah kiri korban dengan menggunakan tangan dan membanting korban ke dinding rumah," kata Ferry.

#Penganiayaan #Pemukulan