Aswad Syam
Aswad Syam

Minggu, 31 Mei 2020 16:20

Anis Matta
Anis Matta

Anis Matta: Krisis Global Akan Berlarut, Indonesia Harus Siap

Anis Matta menilai, krisis global saat ini adalah siklus perubahan yang terjadi 100 hingga 120 tahun. Di Indonesia, siklusnya 20 hingga 30 tahun.

JAKARTA, BUKAMATA - Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kasus covid-19 akan mereda, begitu pun dampaknya. Korea yang baru saja mengakhiri lockdown, terpaksa harus menutup lagi 200 sekolah akibat gejala munculnya kasus baru setelah kebijakan hidup new normal dibuka.

Amerika juga mengalami hal yang sama, jumlah meninggal sudah tembus di atas 100 ribu orang dengan tingkat kasus covid mencapai 30% dari total kasus dunia.

Bagaimana dengan negara kita? Ketua DPN Partai Gelora Indonesia, Anis Matta menilai, Indonesia sendiri belum ada tanda-tanda penurunan grafik, bahkan mencapai puncak pun tidak. Sementara sudah akan dimulai diberlakukan kebijakan new normal dengan harapan bisa hidup "berdampingan" dengan corona. Belum lagi dampak ekonomi dan sosialnya yang semakin tampak di depan mata.

Di dunia kata Anis, rentetan krisis sosial sudah mulai muncul. Sebagai contoh, adanya buntut kematian pria kulit hitam George Floyd memicu kerusahan meluas hampir ke seluruh Amerika Serikat (AS) dua hari lalu. Adanya sentimen anti China membuncah di benua hitam, Afrika. Salah satunya di Zambia tiga bos perusahaan tektil China tewas dibunuh akhir pekan lalu. Situasi ini dikhawatirkan akan melebar ke dunia lain sebagai rentetan ikutan dari kriris ekonomi global.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi? Anis, politisi sekaligus pakar geopolitik menyampaikan, ini adalah bagian siklus jatuh bangunnya suatu imperium atau negara.

Dalam skala yang lebih besar, Anis menyebutnya sebagai siklus peradaban. "Kalau Anda baca sejarah jatuh bangunnya negara atau imperium itu ada polanya punya durasi waktu atau siklus dan itu dipercaya oleh para ahli sejarah," kata Anis.

Lalu dimanakah posisi dunia saat ini dalam siklus seperti yang dilansir Anis Matta? Menurut Anis, dalam skala Indonesia, kita mengalami siklus perubahan 20 sampai dengan 30 tahunan sejak 1908, 1928, 1945, seterusnya tahun 1998 dan saat ini kita masuk masa 2020, tahun terakhir sejak reformasi.

Anis Matta juga mengingatkan, menurut teori siklus yang berkembang di abad 19 sampai dengan 20 menyimpulkan, siklus perubahan global terjadi setiap hitungan 100 sampai 120 tahunan dan ini sudah disadari oleh negara yang menyatakan dirinya sebagai negara superpower, jika melihat usia negaranya sejak bangkit.

"Kita sedang manjalani transisi panjang yaitu transisi generasi baru, teknologi baru, model ekonomi baru, aliansi global baru yang datang bersamaan sekaligus," jelas Anis Matta.

Meskipun demikian kata Anis, harapan akan munculnya kepemimpinan global baru dan tatanan dunia baru menjadi bagian dari siklus dari musim perubahan yang akan dihadapi oleh kehidupan manusia.

"Selalu ada harapan, ini adalah musim dingin dan setelah ini kita memasuki musim semi," tutup Anis Matta dalam acara Zominari bertajuk Musim Perubahan dalam Alquran, Sabtu, 30 Mei 2020.

#Anis Matta #Partai Gelora Indonesia