MAKASSAR - Di tengah pandemi Covid-19, banyak karyawan yang terpaksa dirumahkan sementara, bahkan ada yang di Pemutusan Hak Kerja (PHK).
Hal tersebut tentu sangat berdampak pada ekonomi, dan aktivitas ruang gerak, sehingga yang terkena dampak tersebut sangat memerlukan bantuan pemerintah.
Tidak heran, pemerintah kemudian membuat Kartu Pra Kerja, yang ditujukan untuk meningkatkan skill pencari kerja atau korban PHK akibat wabah corona.
Namum, ternyata banyak masyarakat mengeluh soal pendaftaran dan susahnya mendapat Kartu Pra Kerja. Hal tersebut juga dialami oleh salah satu karyawan hotel yang dirumahkan inisial Ahmad F (27).
"Susah sekali masuk lolos di Pra Kerja, mulai dari gelombang pertama saya coba nda lulus, gelombang kedua begitu juga, sampai minggu kemarin yang pengumuman gelombang ke tiganya nda lulus juga," katanya, Sabtu malam (16/05/2020).
Selain itu, Ahmad juga mengungkapkan bahwa banyak teman kerjanya tidak lolos dalam tahap verifikasi Pra Kerja. Dia juga sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk lolos, letak kesalahan atau alasan tidak diterima itu tidak jelas.
"Nda tau mauki dengan cara apalagi supaya lolos, masalahnya itu Pra Kerja yang diharap untuk penuhi kebutuhan hidupta dimasa corona ini," ucapnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pendaftaran Kartu Prakerja Tetap Dibuka Tahun Ini, Insentif Naik Jadi Rp4,2 Juta
-
Daftar Yuk! Kartu Prakerja Gelombang 29 Sudah Buka
-
Gelombang Keempat Prakerja Terbuka Besok, Kadisnaker: Kalau Susah Lolos Hubungi Staf Disnaker
-
Ini Kabar Gembira dari Gubernur Sulsel Bagi Anda yang Di-PHK atau Dirumahkan karena Covid-19
-
Imbas Corona, Artis hingga Pegawai Hotel Akan Dapat Kartu Pra Kerja