Redaksi : Jumat, 15 Mei 2020 04:15
Ilustrasi

MAJENE, BUKAMATA - Kamis dinihari, 14 Mei 2020. Jarum jam ketika itu menunjukkan pukul 02.00 Wita. Kapal pencari teripang berbobot 10 grosston asal Selayar, tengah mengapung di perairan Pamboang, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana.

Mereka hendak merapat ke pantai, guna memberikan pertolongan medis kepada seorang nelayan, Syamsul Alam, yang luka terkena ikan.

Tiba-tiba petir menyambar. Tubuh nakhoda, Ramli (35), tiba-tiba terpental. Ada luka bakar di tubuhnya.

Hal itu membuat 4 awak kapal, masing-masing, Bahar (31), Januari (27), Samsul (18) dan Rudi (18) panik. Kapal oleng dan air masuk ke lambung kapal.

Kapal pun perlahan tenggelam. Kelima awak kapal, termasuk dua orang yang terluka, Ramli dan Syamsul, berpegangan di sisi kapal, hingga pagi.

Sekitar pukul 08.00 Wita, nelayan Majene, Sulawesi Barat, sedang lewat. Mereka adalah Sanundin, Firman dan Kaco Halima, lewat. Dengan perahu katinting, kelima nelayan asal Selayar dan Bulukumba itu, diselamatkan lalu dibawa ke daratan Sendana yang jaraknya 22 mil, untuk mendapatkan pertolongan.

Mereka lalu dibawa ke Puskesmas Sendana, Kabupaten Majene, dan mendapatkan perawatan. Termasuk sang nakhoda yang mengalami luka akibat sambaran petir.

Meski mereka selamat, namun sayang kapal yang mereka gunakan karam ke dasar laut.