Ibnu Kasir
Ibnu Kasir

Jumat, 15 Mei 2020 18:22

Cerita Rasulullah Bertemu Malam Lailatul Qadar

Cerita Rasulullah Bertemu Malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW menyerukan untuk berfokus pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

 

BUKAMATA - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang diyakini sebagai malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Sebab, apabila kita melakukan amal kebaikan pada malam itu, seolah-olah kita telah melakukan ibadah yang nilainya setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun.

Karena tingginya kemuliaan pada malam ini, Rasulullah pun menganjurkan kepada umatnya untuk menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Rasulullah SAW menyerukan untuk berfokus pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Seperti yang dikatakan oleh Aisyah RA:

“Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah sedang itikaf. Malam itu bertepatan dengan malam ke-27 Ramadhan. Rasulullah melakukan ibadah seperti shalat dan berdoa. Lalu diikuti oleh para sahabat beliau.

Malam itu, langit tidak mendung namun juga tidak berbintang. Semilir angin pun memasuki masjid. Namun tiba-tiba turun hujan yang cukup deras. Sehingga membasahi Rasulullah dan para sahabat yang sedang khusyuk melaksanakan shalat.

Namun, Rasulullah tetap melanjutkan shalat. Beliau tidak beranjak sedikitpun. Dan hal itu pun diikuti oleh para sahabat beliau.

Rasulullah sudah basah kuyup. Namun beliau tidak bergerak sedikitpun. Seperti sedang masuk ke suatu alam berbeda yang begitu indah. Cahaya ilahi pun menyelimuti beliau.

Rasulullah pun bersujud begitu lama. Bahkan beberapa sahabat Rasulullah sudah menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah mengangkat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun seketika berhenti.

Anas bin Malik, salah seorang sahabat Rasulullah yang melihat beliau basah kuyup segera berlari mengambil pakaian kering.

Namun beliau mencegahnya dan berkata, “ Wahai Anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya.”

Apa yang terjadi kepada Rasulullah menunjukkan betapa istimewa dan mulianya malam Lailatul Qadar.

Begitu banyak hikmah yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran. Serta begitu banyaknya rahasia di balik malam seribu bulan ini.

Sumber: Dream

 

#Lailatul Qadar #Ramadan

Berita Populer