SINJAI, BUKAMATA - Peristiwa tenggelamnya dua warga Sinjai di perairan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, mendapat respon serius Pemkab Sinjai.
Plt Kadis Perikanan Kabupaten Sinjai, Aminuddin Zainuddin mengunjungi kediaman korban tenggelam yang merupakan warga Dusun Gareccing, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Rabu (13/5/2020).
Aminuddin mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sinjai untuk bertemu dengan keluarga kedua korban tenggelam mengenai informasi terakhir dari kejadian yang menimpa.
"Jadi informasi atau komunikasi terakhir pihak keluarga dengan teman korban di Dobo Maluku, katanya kedua korban ini belum ditemukan," ujarnya.
Aminuddin menegaskan, pemkab Sinjai selalu hadir untuk masyarakatnya, apalagi bagi mereka yang terkena musibah seperti yang dialami kedua korban tenggelam tersebut. Kemudian kita berusaha untuk melakukan kontak dengan BPBD setempat untuk mengambil langkah selanjutnya.
Sama halnya, kejadian yang lalu misalnya ada nelayan Sinjai yang tertangkap karena melintasi perbatasan dalam mencari ikan, Pemkab Sinjai berupaya untuk mengembalikan.
"Jadi informasi ini telah sampai ke telinga pak Bupati. Yang jelas pemerintah daerah akan selalu berusaha mengembalikan warga kita, apalagi yang terkena musibah dan lokasinya jauh," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Aminuddin juga telah mengunjungi kediaman pemilik perahu yang tenggelam tersebut di Dusu Kahu-Kahu, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Selasa malam (12/5/2020).
Dari informasi yang berhasil dihimpun, jumlah ABK yang ikut dalam penangkapan ikan bersama Amiruddin sebanyak 4 orang, 2 diantaranya korban yang Tenggelam di Perairan Dobo Maluku, bernama Kamil dan Nasril.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Timsar Brimob Bone Lakukan Pencarian Terhadap Nelayan Hilang di Sinjai
-
Eks DPRD Sinjai: Kematangan IAS Bisa Dorong Kemajuan Sulsel
-
Penjual Batagor di Sinjai Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakannya
-
Kemenparekraf: Desa Wisata Barania Genjot Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Dubes RI Sebut Sungai Aare di Swiss Sering Telan Korban, 15-20 Kasus Pertahun