Redaksi
Redaksi

Minggu, 10 Mei 2020 04:51

Eviyanti Hajar
Eviyanti Hajar

Jadi Ujian Kesabaran

Evie tak ingin jadi kaum rebahan. Karenanya, pada masa pandemi Covid-19 ini, dia tetap bekerja. Tentu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Baginya, ini ujian kesabaran.

BUKAMATA - Banyak hikmah dipetik Eviyanti Hajar dalam momentum Ramadan dalam suasana prihatin akibat pandemi Covid-19 sekarang ini.

Wanita berstatus PNS ini, diajarkan untuk banyak-banyak bersyukur, karena masih bisa berpuasa dengan nyaman dibanding saudara-saudara di luar sana yang kebingungan mau makan apa saat sahur dan buka puasa.

Pasalnya kata dia, banyak dari mereka yang kehilangan mata pencarian akibat pandemi Covid-19.

"Covid-19 juga mengajarkan saya akan pentingnya menjaga kesehatan, sejak adanya Covid-19 saya lebih membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan sehat," tambahnya.

Selain itu gadis 26 tahun ini, juga mengaku pandemi kali ini menjadi latihan untuk bersabar. Bersabar berdiam diri di rumah, tidak nongkrong ke mana-mana.

Gadis Gemini ini, mengaku bersyukur, masih dipertemukan dengan bulan Ramadan tahun ini. Juga masih diberi kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa. Meskipun demikian, wanita yang akrab disapa Evie ini, merasa sangat sedih, karena Ramadan tahun ini kita harus dihadapkan dengan pandemi virus corona.

Banyak sekali rasa kehilangan akibat suasana puasa tahun ini yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Gadis penyuka nasi goreng ini merinci, jika tahun sebelumnya tarawih masih diadakan di mesjid, tahun ini pemerintah sudah mengeluarkan aturan agar salat tarawih diadakan di rumah masing-masing.

"Tahun lalu grup whatsapp ramai dengan ajakan bukber, di mana biasanya bukber ini dijadikan momen untuk reuni bersama teman-teman, tetapi tahun ini tak ada lagi reuni-reunian karena anjuran untuk tetap social distancing," jelasnya.

Pada Ramadan kali ini, Evie paling dirindukan salat tarawih di masjid. Bahkan menurut surat edaran dari pemerintah salat idulfitri tahun ini pun ditiadakan. "Kita juga akan rindu dengan momen bersilaturahmi ke rumah keluarga, kerabat, dan sahabat yang biasa dilakukan setelah salat id," jelasnya.

Tidak seperti dengan kebanyakan orang yang sudah mulai kerja dari rumah atau work from home, Evie lebih memilih untuk tetap ngantor, meskipun instansi tempatnya bekerja membolehkan untuk WFH. Salah satu alasannya tetap ngantor, untuk membunuh rasa bosan.

"Takutnya kalau saya WFH, saya berakhir menjadi kaum rebahan, jadinya tidak produktif," tambahnya.

Untuk mereka yang tetap terpaksa bekerja saat puasa di tengah pandemi, Evie berbagi tips agar tetap bugar dan produktif.

"Tetap jaga kesehatan, konsumsi makanan sehat, perbanyak minum air putih saat buka dan sahur, minum vitamin dan tetap lakukan olahraga kecil di rumah," ungkapnya.

Untuk kriteria pasangan hidup, Evie memilih yang seiman, menjaga 5 waktunya, bertanggung jawab, bisa menjadi imam yang baik bagi keluarga dan bisa membimbing dirinya menuju syurga.

Evie kini telah memiliki calon imamnya. Meski terbentang jarak antara lokasi mereka atau long distance relationship (LDR), namun hubungan mereka tetap harmonis. Tipsnya kata Evie, harus tetap jaga komunikasi. "Tetap luangkan waktu sesibuk apapun untuk memberi kabar dan bertanya kabar," pungkasnya.

___________________

DATA DIRI

Nama : Eviyanti Hajar

Umur : 26 Tahun

Pekerjaan : PNS

Agama : Islam

Hobi : Jalan-jalan

Zodiak : Gemini

Kuliner : Nasi goreng

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ramadan