Redaksi : Sabtu, 09 Mei 2020 17:08
Elvina semasa hidup.

MEDAN, BUKAMATA - Di instagram pribadi Elvina, @elvinavinaa, dia memajang fotonya berdua dengan cowok berwajah bulat. Matanya memang sipit, tapi bukan Michael (pacarnya), juga bukan Jefri Lim (mantan pacarnya). Foto itu diposting Rabu, 6 Mei 2020.

Diduga, postingan terakhir gadis berusia 21 tahun itu membuat Jefri Lim (22) kalap dan membunuh korban.

Di Mapolresta Medan, saat digiring ke ruang tahanan, Jefri mengatakan, dia membunuh korban karena dia sakit hati. Korban lanjut Jefri, hendak memutuskannya.

"Karena dia mau akhiri hubungan saya dengan Elvina. Karena dia mau putuskan hubungan saya dengan dia. Hubungan saya statusnya pacaran bang," ungkapnya.

Karena rasa cemburu itu, Jefri lantas meminta Elvina datang ke rumahnya di Komplek Cemara Asri, Deliserdang, Rabu (6/5/2020). Di rumahnya, dia memperkosa gadis yang bekerja sebagai karyawan bridal salon itu, sebelum membunuhnya.

Dalam postingan terakhirnya, Elvina mengunggah statusnya dengan tanda cinta di dalam akun Instagramnya.

Dia memajang foto seorang pria di dalamnya, namun bukan foto Jefri Lim atau pun Michael alias Acai yang pernah menjadi kekasihnya.

Kehadiran pria ini lah yang mungkin jadi pemicu, Jefri Lim hingga gelap mata membunuh Elvina.

Tampak kehadiran pria berwajah bulat dengan potongan rambut satu sisir yang dipajang dalam akun Instagram dikomentari oleh teman-temannya.

Seperti akun Cenlinvie: "cwiittt cwittt" tulisnya tampak mendukung temannya untuk berhubungan dengan pria yang ada dalam foto tersebut.

Bahkan akun Instagram lainnya Viannwe mengatakan kalau korban telah memposting gambar itu sebelumnya. 

"Tadi kan bukannya uda kau post ya," tulisnya dalam komentar foto Elvina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jefri Lim tega membunuh kekasihnya karena tahu hubungannya bakal diputuskan oleh Elvina karena kehadiran pria lain. 

Oleh karena itu dia memanggil Elvina ke rumahnya dengan terlebih dahulu dijemput oleh Michael. Hingga terjadilah peristiwa mengenaskan tersebut.

Michael awalnya menjemput Elvina dan membawanya ke rumah Jefri pada pukul 11.50 WIB.

Tiba di rumah Jefri, Elvina lalu diajak oleh Jefri ke kamar mandi untuk berhubungan badan. Elvina jelas menolak.

Karena menolak, Elvina lantas didorong oleh Jefri. Kepalanya dibenturkan ke dinding hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Elviana sempat diperkosa oleh Jefri.

Setelah melampiaskan nafsunya, Jefri kemudian merobek perut dan menusuk dada kiri Elviana dengan pisau. Gadis yang bekerja di bridal salon itu pun tewas.  Setelah memastikan Elvina tak lagi bernyawa, Jefri memberitahu Michael bahwa pacarnya itu sudah tewas.

Untuk menghilangkan jejak, Jefri kemudian menyuruh Michael membeli bensin. Dia mau membakar jasad Elvina. Disuruh, Michael menurut saja. Solidaritas sebagai aesama tahanan lebih erat ketimbang hubungan asmaranya dengan korban. Apalagi Michael juga takut dibunuh oleh Jefri.

Michael membeli dua botol bensin ketengan, lalu menyerahkannya kepada Jefri. Lagi-lagi, Jefri yang membakar jasad korban.

Tak cukup sampai di situ, mayat Elvina kemudian dipotong-potong oleh Jefri menjadi beberapa bagian. Dia tak meneruskan. Katanya keras. Potongan itu dimasukkan ke dalam kardus. Untuk tugas yang satu ini, Jefri dibantu oleh ibunya, yakni Tek Sukfen.

Michael hanya melihat adegan itu dengan tatapan masygul. Dia masih tak percaya apa yang dialaminya.

Setelah merampungkan semuanya, Jefri dan Tek Sukfen menelepon ibu Michael, yakni Jenny untuk datang ke lokasi kejadian. Sejurus kemudian Jenny bersama I (paman Michael) datang dan mereka diberitahu oleh Jefri dan Tek Sukfen bahwa Michael yang telah membunuh Elvina.

Karena lakban untuk membungkus kardus berisi potongan tubuh Elvina kurang, Jefri kemudian keluar sebentar untuk membeli tambahan lakban dan membalut kembali kardus tersebut sampai benar-benar rapat.

Selanjutnya, Jefri memesan taksi online untuk membawa potongan tubuh dalam kardus tersebut ke Lubuk Pakam, ibukota Kabupaten Deliserdang.

Sejurus kemudian, taksi datang dan berhenti di depan rumah. Namun, kardus tersebut robek beberapa saat hendak diangkat ke dalam taksi. Potongan tubuh Elvina nyaris bercecer. Darah pun melimpah keluar dari dalam kardus.

Dengan maksud dirapikan ulang, kardus pun dibawa masuk kembali ke dalam ruang tengah rumah. Pesanan taksi dibatalkan. Darah yang berceceran di lantai dibersihkan oleh Tek Sukfen.

Berikutnya, Jefri dan Tek Sukfen lalu mengintimidasi Michael untuk mengakui bahwa pembunuhan tersebut hanya dirinya sendiri yang melakukannya tanpa melibatkan orang lain. Michael pun menulis pernyataan di atas kertas, lalu meminum obat pembasmi nyamuk untuk meyakinkan Jefri dan Tek Sukfen.

Sore harinya, pukul 17.00 WIB, ibu dan paman Michael, yakni Jenny dan I, pergi ke rumah orang tua Elvina untuk memberitahukan kejadian tersebut. Orang tua Elvina lalu melapor ke polisi. Dua jam kemudian, polisi dari Polsek Percut Sei Tuan pun datang ke TKP. Mereka pun membongkar sandiwara yang dirancang Jefri Lim dan ibunya.