Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
Seorang pria di China, mengubur ibunya hidup-hidup. Namun sang ibu masih hidup setelah ditemukan 3 hari kemudian.
CHINA, BUKAMATA - Sabtu, 2 Mei 2020. Wang (79), seorang wanita lumpuh di Provinsi Shaanxi, China, duduk di atas kursi roda. Malam itu, sekitar pukul 8, kursi rodanya didorong oleh putranya Ma (58).
Mereka meninggalkan rumah. Itu diamati Zhang, istri Ma. Awalnya, Zhang menduga suaminya sedang membawa ibu mertuanya berkeliling menikmati suasana kota.
Ternyata saat Minggu dini hari, 3 Mei 2020, suaminya pulang tanpa ibu mertuanya. "Ibu ke mana?" tanya Zhang.
"Saya telah menyewa seorang sopir van dan mengirim ibunya untuk mengunjungi kerabat," jelasnya.
Dilansir dari dailymail.co.uk, sampai Selasa, (5/5/2020) ibu mertuanya belum juga pulang. Zhang menjadi curiga. Dia lalu membuat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian dengan mengatakan bahwa ibu mertuanya yang juga seorang pensiunan, belum juga kembali sejak Sabtu.
Polisi Shaanxi segera memanggil Ma dan menginterogasinya. Akhirnya, Ma mengaku bahwa dia telah mengubur ibunya hidup-hidup di sebuah pemakaman sepi.
Polisi setempat bergegas mencari lokasi tempat Wang dikubur hidup-hidup oleh putranya.
Sampai di pemakaman sepi, mereka mendengar teriakan minta tolong dengan suara lemah.
Ajaib, polisi menemukan Wang yang tidak bisa berjalan dalam kondisi masih hidup, setelah hampir tiga hari di terkubur tanpa air ataupun makanan.
Hingga saat ini, masih belum terungkap motif di balik tindakan Ma melakukan upaya brutal terhadap ibunya.
Menurut laporan polisi setempat, Rabu (6/5/2020), wanita pensiunan itu dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di rumah sakit setempat.
Saat ini, investigasi lebih lanjut mengenai kasus ini sedang berlangsung. Ma sementara ditahan oleh kepolisian atas dugaan percobaan pembunuhan.
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46