Ibnu Kasir
Ibnu Kasir

Rabu, 06 Mei 2020 14:20

Fahriani. IST
Fahriani. IST

EDISI RAMADHAN

Mengambil Sisi Positif Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut Fahriani, selain tenaga medis, media juga menjadi bagian penting untuk menyelamatkan manusia di tengah pandemi Covid-19.

MAKASSAR - Kehidupan masyarakat sehari-hari berubah drastis di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih saat pemerintah mengimbau masyarakat untuk physical distancing.

Masyarakat kini hanya bisa belajar dari rumah, ibadah di rumah hingga kerja dari rumah. Tidak heran, kondisi tersebut membuat sebagian orang was-was dan takut ketika keluar rumah.

Namun tidak untuk Fahriani. Wanita yang berprofesi sebagai News Reader ini mengaku, pandemi Covid-19 justru menjadi tantangan tersendiri. Sebab, selain tenaga medis, media juga menjadi bagian penting untuk menyelamatkan manusia.

"Pekerja media tetap harus bekerja meskipun di tengah pandemi, karena selain memberi informasi perkembangan berita tentang wabah ini, media juga harus mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu hoax diluar sana, yang justru semakin menambah kegaduhan," kata Fahriani dalam Edisi Ramadhan Bukamatanews, Rabu (6/5/2020).

Kata Fahriani, tantangan ini bertambah ketika ibadah puasa Ramadhan hadir secara bersamaan dengan pandemi Covid-19.

Tidak heran, Fahrini merasa puasa kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun kata dia, semuanya harus dijalani dan disyukuri. Sebab, Tuhan sedang sayang-sayangnya menguji hambanya.

"Yang saya rasakan ibadah puasa di bulan Ramadhan kali ini benar-benar berbeda dari tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya menyambut Ramadan dengan penuh semangat dan suka cita, tahun ini sangat sepi," ucap wanita berusia 23 tahun itu.

Selain itu, lanjut Fahriani, gema salawat dan syair-syair islam di detik-detik menjelang berbuka puasa juga tidak terdengar lagi.

"Yah, itu karena kita tengah dalam cobaan Tuhan. Sebenarnya jika kita mau memaknai cobaan ini, banyak hal positif yang bisa kita petik semenjak imbauan #dirumahaja diserukan oleh pemerintah," bebernya lagi.

Hal positif yang bisa dipetik dalam pandemi Covid-19, kata Farhriani, adalah menjadi momentum untuk menghabiskan waktu yang lebih banyak dengan keluarga. Terutama menikmati hidangan yang dibuat oleh ibu dan keluarga tercinta.

"Waktu bersama keluarga terasa semakin berkualitas. Tahun-tahun kemarin minggu pertama puasa, mungkin kita masih buka puasa di rumah bersama keluarga, tapi di pertengahan hingga akhir puasa, kita sibuk mengatur waktu untuk berbuka puasa bersama teman-teman, mulai dari teman TK, teman kerja hingga teman nongkrong, sampai kita lupa ternyata kita masih punya keluarga di rumah," ujarnya.

Terlepas dari itu, Fahrini menekankan, Ramadhan di tengah pandemi ini betul-betul menjadi ujian buat semua orang, terlebih yang masih harus bekerja di bulan Ramadhan dan di tengah pandemi.

"Kunci utamanya adalah jalani dengan sabar dan ikhlas, karena pahalanya, yah tergantung niat dari diri sendiri, bukan dimana dan dengan suasana seperti apa kita menjalaninya," kata Alumi Ilmu Komunikasi UMI ini.

Fahrini lantas berbagi tips buat mereka yang masih tetap bekerja. Pertama, hindari stres berlebihan agar tidak mengganggu daya tahan tubuh. Sebab, selain menahan lapar dan haus saat puasa, kita juga tetap menjaga imun agar tidak mudah terserang virus.

"Yang kedua istirahat yang cukup. Jika ada waktu luang disela pekerjaan, manfaatkan untuk beristirahat sejenak. Ketiga, jika waktunya makan jangan makan berlebihan, biasakan makan makanan yang bergizi dan nutrisinya terpenuhi. Terakhir adalah hindari mencari informasi tentang wabah Covid-19 secara berlebihan, karena update informasi yang didapat terus menerus dapat memicu stres yang berkepanjangan," beber Fahriani.

"Nah buat ibu-ibu yang mungkin sudah jenuh di rumah, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan sedikit kejenuhan itu, seperti berolahraga, mengasah kemampuan anak melalui bermain bersama, mencari menu baru buka puasa dan sahur, serta menambah kemampuan bercocok tanam di halaman rumah," pugkasnya.

 

#Covid-19 #Ramadan #Puasa

Berita Populer