MAKASSAR, BUKAMATA - Larangan salat tarawih di Kota Makassar, hanya berlaku untuk masjid di pinggir jalan protokol. Sementara untuk masjid di lorong dan di dalam kompleks, masih dibolehkan menggelar tarawih.
Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal S Suhaeb sekaligus Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar mengatakan masjid-masjid di dalam lorong, bisa menggelar salat tarawih di masjid. Alasannya, jika ada jemaah masjid di kompleks atau lorong yang terjangkit Covid-19, bisa di-tracking, dengan siapa-siapa saja korban berinteraksi. Pasalnya lanjut dia, orangnya itu-itu juga.
“Sebenarnya ketika dia melakukan sesuai protokol tidak ada persoalan. Tetapi masjid yang di pinggir jalan raya, yang orang lewat, orang tinggal. Yah itu memang kita sangat jaga ketat, karena kalau ada jemaahnya kena, kita tidak tahu dari mana asalnya,” tegas Iqbal, Kamis, 30 April 2020.
Keputusan ini disambut gembira warga. H Yusuf, salah seorang warga salah satu kompleks di Kelurahan Sudiang, Biringkanaya, mengatakan, masjid di kompleksnya sebenarnya sudah memenuhi protokol kesehatan. Antara lain menyediakan boks disinfektan, juga sabun cuci tangan di tempat wudu.
BERITA TERKAIT
-
Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Kota
-
Kota Makassar Tampil Spektakuler di City Expo APEKSI 2026, Booth Pinisi Padukan Budaya, AI dan Inovasi Daur Ulang
-
Di Forum APEKSI, Munafri Tekankan Kota Tangguh Dimulai dari Ketahanan Bencana dan Kesiapan Pangan
-
APEKSI 2026 di Medan, Munafri Perluas Jejaring Demi Kemajuan Makassar
-
Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata Pada APEKSI 2026 di Medan