Ulfa
Ulfa

Rabu, 29 April 2020 14:08

Rari Maharani. IST
Rari Maharani. IST

Bukber dan Tarawih Dalam Angan-angan

Umat Muslim terpaksa harus menjalani ibadah bulan suci Ramadhan di rumah masing-masing. Mulai dari ngabuburit, berbuka, hingga salat tarawih.

MAKASSAR - Bulan Suci Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya. Sebab, puasa kali ini dunia dihadapi dengan rasa keprihatinan atas virus corona (Covid-19).

Sebagian umat Muslim terpaksa harus menjalani ibadah bulan suci Ramadhan di rumah masing-masing. Mulai dari ngabuburit, berbuka, hingga salat tarawih.

Hal itu juga yang dirasakan salah satu Hotelier di Kota Makassar, Rari Maharani. Wanita berusia 28 tahun ini mengaku sedih karena tidak bisa menunaikan ibadah salat tarawih secara berjamaah di masjid.

"Perasaannya nano-nano, senang bercampur sedih. Senangnya karena Alhamdulillah masih dikasih kesempatan bertemu bulan Ramadhan. Sedihnya karena berkurangnya rutinitas berburu takjil karena keterbatasan gerak, ditiadakan salat tarawih di masjid dan qiyamul lail, juga tidak ada untuk berjamaah di masjid," kata Rari, Rabu (28/4/2020). 

"Saya nda yakin pun kalau tarawih atau salat malam di masjid gak bakal bolong kalaupun saat ini bukan pandemi, tapi entahlah tetap sangat sedih rasanya, karena suasananya berbeda," sambungnya.

Kata Rari, puasa kali sudah tentu berbeda dengan bulan puasa sebelum-sebelumnya. Namun disatu sisi, lanjut dia, puasa kali ini menjadi momen untuk mendalami ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

"Banyak yang berbeda seperti yang tadi saya bilang, kalau suasana semua berubah drastis. Tapi mungkin melalui cara ini, kita bisa lebih menuntut ilmu, panduan bagaimana kalau melakukan ibadah sendiri di rumah," ujar wanita berparas cantik ini.

Bagi Rari, hal yang paling dirindukan dari puasa sebelumnya yakni ngabuburit bersama teman-teman hingga buka puasa bersama.

"Rutinitas sehari-hari yang berjalan normal. Bercengkrama sama teman-teman tanpa harus khawatir penyakit menular. Janjian buka puasa, bahkan janjian tarawih atau berburu malam Lailatul Qadar. Janjian tidur di masjid," ucap wanita yang hoby nonton itu.

Terlepas dari itu, menurut Rari, ada banyak hal yang bisa dilakukan saat ini. Salah satunya dengan membaca artikel. Namun artikel yang dibaca juga tidak sembarangan. Hal ini demi menjaga kesehatan mental selama pandemi Covid-19.

"Banyak baca artikel-artikel positif yang menambah wawasan, cari-cari artikel tentang ide masak apa hari ini karena sebelum-sebelumnya tidak ada waktu buat masak sendiri. Pokoknya lebih sortir artikel mana yang perlu dikonsumsi, mana yang tidak perlu kita konsumsi," katanya.

Selain itu, sebagai wanita yang sampai saat ini masih tetap bekerja, Rari membagikan tips untuk buat Teman-teman yang tetap bekerja saat puasa di tengah pandemi.

"Karena saya pun masih kerja dan sebenarnya bukan orang yang rutin olahraga, jadi lebih banyak konsumsi vitamin seperti yang dianjurkan saat ini, makan makanan sehat, berpikiran positif dan sebarkan hal positif, karena itu akan lebih meningkatkan stamina dan imun tubuh, dan juga patuh pada peraturan pemerintah," tutup Rari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Puasa #Ramadan #Rari Maharani

Berita Populer