Ulfa : Selasa, 28 April 2020 18:21
Ilustrasi.

BUKAMATA - Empat gadis pelaku pembunuhan seorang supir taksi online akhirnya ditangkap. Ternyata, pelaku utamamya masih di bawah umur.

Keempat pelaku tersebut adalah IK (15), RM (18), RK (20) dan SL (19). Dua orang menjadi pelaku utama dalam kasus pembunuhan ini yaitu IK dan RM.

Mereka berdua diduga berniat merencanakan pembunuhan terhadap korban, Samiyo Basuki Riyanto (60), pensiunan PNS asal Bekasi yang berprofesi sebagai driver taksi online.

Dengan motif tidak dapat membayar uang ongkos perjalanan Bekasi-Pangalengan yang telah dijanjikan sebesar Rp 1,7 juta.

"Yang menarik adalah pelaku utamanya sodara IK masih di bawah umur. Sehingga kita tidak bisa tunjukkan," kata Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan, Senin (27/4).

Sebelumnya, IK dan SL memesan mobil kepada Samiyo secara offline dengan tujuan Pangalengan. Sebelum menuju Bandung, mereka menjemput RK di daerah Jonggol, Kabupaten Bekasi.

Kemudian masuk Tol Cipularang dan keluar di Pintu Tol Soreang. Sedangkan RM sudah menunggu di sana, ia merupakan warga asal Pangalengan.

Mereka berempat sudah lengkap, lalu tancap gas menuju lokasi yang dituju, Pangalengan. Belum sampai di lokasi yang dituju, IK dan RM bersepakat untuk mengabisi sang supir.

Saat mobil berhenti tidak jauh dari TKP, IK dan RM membunuh korban. IK menggunakan kunci inggris. Ia memukul kepala korban sebanyak delapan kali.

RM pun ikut membantu, ia membekap dan mencekik korban dari belakang. Hingga akhirnya korban tewas dengan luka robek dan lebam di sekujur tubuhnya.

"Dipukul kepalanya kemudian sedikit goyang, kemudian dipukul lagi sebanyak 8 kali hingga akhirnya meninggal. Kemudian jenazahnya ditinggalkan di lokasi penemuannya," pungkasnya.

Sedangkan RK ikut membantu membawa jasad korban ke tepi jurang. Dan, SL menyembunyikan barang bukti, seperti kunci mobil, kartu-kartu milik korban, kunci inggris serta pakaian pelaku dan korban.