LUWU, BUKAMATA - Entah birahi apa yang memuncaki benak MI. Selasa, 7 April 2020 lalu. Malam itu, sekitar pukul 23.00 Wita, hujan turun dengan deras.
Pelajar SMA berusia 16 tahun itu, mencongkel jendela puskesmas pembantu tempat NE (38) tinggal sebagai bidan desa di Kabupaten Luwu, Sulsel. Dia lalu masuk dan menggerayangi tubuh korban. Saat itu NE sedang sendiri. Suaminya sedang keluar kota.
"Agar tak dikenali, pelaku menggunakan topeng," kata Kapolsek Lamasi, Iptu Idul, Selasa (14/04/2020).
NE yang saat itu sedang terlelap, merasakan ada yang meraba tubuhnya. Dia akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Namun, korban hanya bisa pasrah karena diancam," ucapnya.
Idul menerangkan, saat hendak disetubuhi, korban lalu melakukan perlawanan. Dia melihat pelaku tak membawa senjata tajam. Dia lalu menendang pelaku hingga terlempar ke pintu. Pelaku lalu kabur kembali melalui jendela.
Warga setempat yang mendengar teriakan korban berusaha mengejar pelaku, namun tak berhasil menangkap pelaku. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku MI di kediamannya.
BERITA TERKAIT
-
Unjuk Rasa Tuntut Provinsi Tana Luwu Terus Berlanjut, Wamendagri Isyaratkan Evaluasi Moratorium DOB
-
Domino jadi Platform Sosial: Ribuan Orang Berkumpul di Luwu Rayakan Tournament Menpora Cup 2025
-
Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Penghapusan Sejarah Pemerkosaan 1998
-
Lima Remaja di Makassar Perkosa Anak Dibawah Umur
-
Kakek di Selayar Rudapaksa Perempuan Penyandang Disabilitas Mental