Ulfa : Senin, 13 April 2020 19:01
Foto/IST.

GOWA - Sebanyak 24 anggota Jemaah Tabligh yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal India menjalani pemeriksaan kesehatan atau rapid test Covid-19 di Masjid Jami Al Hidayah, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Senin (13/4/2020).

Menurut Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, pihaknya telah memerintahkan agar seluruh jamaah melakukan isolasi mandiri di Markas Dakwah Masjid Jami Al Hidayah. Termasuk melakukan penyemprotan disinfektan secara keseluruhan di seluruh area markas.

"Kami telah memerintahkan lurah, binmas dan babinsa untuk melakukan pengawasan kepada WNA yang melakukan isolasi mandiri. Kita juga telah menyiapkan kebutuhan pangan mereka dengan memberikan paket sembako," kata Adnan, Senin (13/4/2020).

Adnan memastikan jika anggota Jemaah Tabligh tersebut bukan kelompok jamaah yang berasal dari Ijtima Ulama Dunia 2020 di Pakkatto beberapa waktu lalu.

Terpisah, Kepala Puskesmas Samata dr Rahma mengatakan, seluruh Jemaah Tabligh telah menjalani isolasi mandiri. Salah seorang diantaranya berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan memiliki gejala klinis. Namun masih akan dipastikan melalui tes swab apakah yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19.

"Besok dan lusa tim puskesmas akan datang mengambil swab untuk memastikan hasilnya apakah betul positif," jelas dr Rahma.

Sementara itu, salah satu panitia penerima tamu luar negeri, Ustaz Gazali membenarkan adanya 24 anggota Jemaah Tabligh di Markas Dakwah Masjid Al Hidayah. Mereka yang datang terbagi dalam tiga kelompok.

Ia menjelaskan, untuk riwayat perjalanannya mereka datang ke Indonesia pada 20 Desember 2019 lalu. Kemudian pada 26 Januari 2020 mereka melakukan perjalanan ke Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan syiar.

"Nanti pada 26 Maret ke 24 anggota Jemaah Tabligh ini masuk ke Kabupaten Gowa untuk melaksanakan kegiatan yang sama, namun karena situasi yang tidak memungkinkan sehingga tidak melaksanakan giat tersebut sampai saat ini," jelasnya.

Untuk rencana kepulangan mereka, kata Gazali, dijadwalkan akan dilakukan secara bergiliran sesuai dengan kelompok masing-masing, mulai 10 hingga 13 Mei mendatang.

Namun, kata Gazali, jadwal tersebut bisa saja molor sebab hingga saat ini India masih dalam status lockdown. Adapun visa 24 anggota Jama'ah Tabligh ini, kata Gazali, akan berakhir pada 16 April 2020.

"Mereka ini sudah melakukan pengurusan dan telah ada penyampaian dari pemerintah kepada Kedubes India untuk mengurus kepulangan mereka yang saat ini ada di Markas Dakwah Masjid Jami Al Hidayah. Mereka pun sudah masuk dalam pantauan Imigrasi Sulsel," pungkasnya.