MAKASSAR, BUKAMATA -- Pasca meninggalnya seorang pejabat Pemkot Makassar, berkembang isu kalau Balaikota Makassar ditutup total atau lockdown.
Menanggapi itu, Penjabat Wali Kota Makassar, Muh Iqbal Suhaeb mengatakan, tidak ada lockdown. Yang ada kata dia, sterilisasi dan pembersihan dengan menyemprotkan disinfektan.
Beberapa jam sebelum meninggal kemarin petang, Kasubag Bantuan Hukum Pemkot Makassar, Zulkifli Marauni (53) sempat ke Balaikota Makassar. Zulkifli meninggal dengan status PDP Corona di Rumah Sakit Haji, Makassar pada Senin (6/4/2020), sekitar pukul 18.30 Wita.
Menurut Iqbal, berdasarkan keterangan dokter yang menangani, almarhum sempat demam selama 3 hari dan masuk kategori pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19.
Para pegawai hingga pejabat Pemkot Makassar yang pernah melakukan kontak langsung dengan almarhum, diminta mengikuti rapid test Covid-19.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Makassar sedang melakukan pelacakan riwayat perjalanan almarhum selama ini, termasuk siapa-siapa yang melakukan kontak dengan almarhum.
"Semua yang pernah kontak diminta melapor, dalam 1 sampai 2 minggu ini yang pernah kontak diminta melapor ke Dinas Kesehatan, ini sudah disampaikan kemarin," tuturnya.
BERITA TERKAIT
-
Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Kota
-
Kota Makassar Tampil Spektakuler di City Expo APEKSI 2026, Booth Pinisi Padukan Budaya, AI dan Inovasi Daur Ulang
-
Di Forum APEKSI, Munafri Tekankan Kota Tangguh Dimulai dari Ketahanan Bencana dan Kesiapan Pangan
-
APEKSI 2026 di Medan, Munafri Perluas Jejaring Demi Kemajuan Makassar
-
Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata Pada APEKSI 2026 di Medan