MAKASSAR - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat sejumlah perusahaan swasta di Kota Makassar terpaksa haru merumahkan para karyawanannya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan mengatakan, saat ini ada 54 perusahaan di Makassar tutup sementara dan merumahkan karyawannya.
"Sekarang sudah mencapai 54 perusahaan dengan jumlah karyawan 2.596 orang. Kebanyakan perusahaan yang menaati imbauan, bergerak di sektor pariwisata terutama hotel-hotel di Makassar," kata Irwan Bangsawan, Senin (5/4/2020).
Dengan adanya hal tersebut, kata Irwan, perusahaan yang tutup sementara akan terus bertambah. Apalagi, pemerintah saat terus mengimbau para pelaku usaha menutup sementara usahanya.
"Perusahaan yang masih membandel tetap diberikan edaran, imbauan. Karena sampai saat ini belum ditetapkan sanksinya, tetapi sanksinya juga di kaitkan dengan UU ketenakerjaan," ucap Irwan.
Lantas bagaimana nasib karyawan swasta yang dirumahkan?
Irwan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mengimbau kepada perusahaan swasta untuk kantornya ditutup sementara dan memberlakukan WFH.
"Kita sarankan kepada perusahaan untuk tutup, tetapi walaupun ada perusahaan yang betul-betul tidak bisa tutup, kita sarankan untuk melakukan shift kerja pegawai," kata Irwan Bangsawan, Senin (6/3/2020).
Untuk perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawannya, lanjut Irwan, tetap memberikan gaji kepada karyawannya, terutama pegawai yang kerja dari rumah.
"Tapi tergantung kesepakatan antara perusahaan dan karyawanannya itu. Tapi tetap dipantua oleh Disnaker," bebernya.
BERITA TERKAIT
-
Antrean SPBU Mulai Terurai, Munafri Dorong Kondisi BBM Makassar Kembali Normal
-
Urai Antrean BBM, Pemkot Makassar Akan Berlakukan Truk dan Bus Antre Pukul 21.00–05.00 WITA
-
Respon Antrean BBM, Pemkot Makassar Keluarkan Edaran Sekolah di Makassar Daring Mulai 12 September
-
Antrean BBM Bikin Aktivitas Warga Terganggu, Pemkot Makassar Siapkan Langkah Taktis
-
Kemarau Panjang, Appi Instruksikan Bantuan Air Bersih Disalurkan Setiap Hari ke Rumah Warga, Sembari Bangun 18 SPAM