JAKARTA, BUKAMATA - "Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19." Itu cuitan ekonom senior, Faisal Basri dalam akun Twitter @FaisalBasri.
Faisal belum berbicara banyak soal apa yang dia maksud dalam cuitannya itu.
Namun, terkait cuitan itu, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) sedang mempertimbangkan opsi hukum ke depan.
"Belum. Tapi semua opsi akan jadi pertimbangan ke depannya," ujar Jubir Kemenko Marves, Jodi Mahardi dikutip dari Detik, Sabtu (4/4/2020). Hal itu Jodi sampaikan saat menjawab pertanyaan, apakah Kemenko Marves akan mengambil langkah hukum, melaporkan ke polisi terkait pernyataan Faisal Basri tersebut.
Jodi menyayangkan adanya komentar-komentar provokatif seperti itu. Ia minta, semua pihak lebih bijak dan dewasa dalam menyampaikan perbedaan pandangan. Sebab menurutnya, setiap manusia memiliki batas tingkat kesabaran.
BERITA TERKAIT
-
Kabar Duka! Ekonom Faisal Basri Meninggal Dunia
-
Menteri Luhut: Ledakan di Smelter Nikel Morowali Diduga Akibat Pelanggaran SOP
-
Di Acara Ulang Tahun Luhut: Jusuf Kalla Mendorong Penyelesaian Konflik Warga Rempang
-
Sandiaga Uno Gantikan Luhut Jadi Menko Marves, Kok Bisa?
-
Berkunjung ke PT Vale, Menko Luhut: Vale Adalah Contoh Perusahaan Tambang yang Baik