Redaksi : Selasa, 31 Maret 2020 13:10
Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar.

PAPUA, BUKAMATA - Kontak senjata terjadi antara TNI-Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Itu setelah OPM menembaki pesawat CASA CN-2909 milik TNI AU yang sedang membawa bahan pokok untuk Pemda Pegunungan Bintang, Senin, 22 Maret 2020 lalu.

Namun, saat hendak mendarat di bandara Oksibil, pesawat ditembaki OPM. TNI-Polri melakukan serangan balasan dan memburu mereka masuk ke dalam hutan.

Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, sejak pesawat milik TNI ditembak oleh OPM di Kabupaten Pegunungan Bintang, pihaknya langsung menyiagakan anggota TNI di daerah Serambakon.

Daerah tersebut kata Binsar, merupakan daerah yang dilewati pesawat saat akan mendarat di bandara Oksibil.

“Kemarin pesawat milik kita yang membawa bahan bangunan dan bahan pokok milik Pemda Pegunungan Bintang, mendapat tembakan dan ada tujuh lubang bekas peluru," ungkapnya.

Binsar tidak ingin hal serupa terjadi kepada pesawat-pesawat barang lainnya. Mereka lalu mengerahkan pasukan dan berhasil merebut markas OPM di Oksibil.

Binsar juga mengakui, telah terjadi kontak tembak dengan OPM di Distrik Serambakon. "Tidak ada korban jiwa dari pihak Aparat Keamanan dan aparat keamanan dapat menguasai wilayah Distrik Serambakon," ungkapnya.

“Anggota yang kita siagakan telah memukul mundur KKB dari distrik Serambakon, sehingga diharapkan penerbangan di bandara Oksibil dapat berjalan aman seperti biasanya. Dan sampai saat ini kami telah menguasai markas mereka,” tambah Binsar dilansir dari Peloporwitama.

Sementara itu, dengan disiagakannya pasukan TNI di Kabupaten Pegunungan Bintang, Binsar mengharapkan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, yang akhir-akhir ini banyak mendapat teror dari kelompok pengacau itu.