Redaksi
Redaksi

Selasa, 31 Maret 2020 08:05

Tim SAR saat mengevakuasi mayat Taufik, driver ojol yang tewas bunuh diri dari Jembatan Barombong.
Tim SAR saat mengevakuasi mayat Taufik, driver ojol yang tewas bunuh diri dari Jembatan Barombong.

Polisi Belum Periksa Istri Driver Ojol yang Bunuh Diri

Polisi menduga, driver ojol yang bunuh diri di Jembatan Barombong, dipicu persoalan rumah tangga.

MAKASSAR, BUKAMATA - Motif driver ojek online, Taufik (29) menceburkan dirinya ke Sungai Jeneberang, Minggu malam, 29 Maret 2020, masih didalami aparat kepolisian dari Polsek Tamalate.

Namun dugaan sementara polisi, Taufik nekat melompat dari Jembatan Barombong, dipicu permasalahan rumah tangga. Hanya saja, polisi belum bisa memastikan sebelum memeriksa istri korban, Roslina.

"Kabarnya ada masalah dengan istrinya. Namun kami belum periksa istrinya," ucap Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli.

Indikasi sementara, dia melompat sendiri dan meninggalkan sepeda motornya. Salah satu saksi juga sempat melihat korban, kemudian memfoto dan langsung memberitahukan pihak sekuriti perumahan sekitar. Dari sepeda motor korban, ditemukan dua kartu identitas. Satu Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) atas nama Taufik dan KTP atas nama Roslina.

Taufik juga sempat melambaikan tangan ke seorang pemancing pada petang itu. Setelah itu, Taufik meloncat dan hilang di balik derasnya air sungai.

Warga lalu melapor ke Tim SAR. Namun, banyaknya warga yang berkumpul dikhawatirkan akan merusak physical distance terkait corona. Juga karena pencahayaan yang kurang, membuat tim SAR menghentikan pencarian.

Jasad korban ditemukan Senin (30/3/2020) pagi. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Basri bilang, korban ditemukan oleh tim yang menyelam sekitar 30 meter dari lokasi tenggelamnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ojol bunuh diri